Jakarta, IDN Times - Mayoritas masyarakat Indonesia menunjukkan penolakan kuat terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Hal ini terungkap dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Survei yang dilakukan pada 12–31 Maret 2026 itu melibatkan 1.066 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Hasilnya memperlihatkan sikap publik cenderung konsisten dalam menolak tindakan militer tersebut, bahkan dengan selisih yang sangat jauh dibandingkan dengan yang mendukung. Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan tingkat penolakan mencapai angka dominan.
"Angka 83 persen itu menyatakan tidak setuju Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran apa pun alasannya," kata Burhanuddin dalam paparannya, dikutip dari Youtube SMRC TV, Kamis (2/4/2026).
Angka tersebut terdiri dari 60,1 persen responden yang menyatakan tidak setuju dan 23 persen yang menyatakan sangat tidak setuju. Sebaliknya, dukungan terhadap serangan tersebut sangat kecil.
"Hanya 4,9 persen, jadi sangat sedikit" ujarnya.
Temuan ini menjadi gambaran bagaimana opini publik Indonesia memandang konflik yang berkembang di Timur Tengah, khususnya sejak serangan pertama dilancarkan pada akhir Februari 2026 lalu.
