Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jadi Juru Damai, Ini 5 Usulan China-Pakistan di Tengah Konflik Iran

Jadi Juru Damai, Ini 5 Usulan China-Pakistan di Tengah Konflik Iran
potret Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (flickr.com/Österreichisches Außenministerium via commons.wikimedia.org/Bundesministerium für europäische und internationale Angelegenheiten)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • China dan Pakistan mengajukan lima poin rencana perdamaian yang menekankan gencatan senjata, dialog damai, perlindungan warga sipil, keamanan jalur pelayaran, dan kepatuhan terhadap Piagam PBB.
  • Kedua negara menyoroti dampak kemanusiaan konflik Iran-AS-Israel serta menyerukan percepatan bantuan kemanusiaan dan penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur vital.
  • Inisiatif ini menegaskan diplomasi sebagai solusi utama serta pentingnya menghormati kedaulatan negara di kawasan Teluk untuk menjaga stabilitas regional dan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang belum mereda, China dan Pakistan tampil dengan inisiatif bersama untuk mendorong perdamaian. Keduanya mengajukan lima poin rencana yang menekankan penghentian perang dan pembukaan jalur diplomasi.

Usulan tersebut disampaikan setelah pertemuan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing, Kamis (2/4/2026). Pertemuan ini menjadi salah satu upaya terbaru untuk meredam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Pakistan, kedua negara menyoroti urgensi penghentian permusuhan. Mereka juga memperingatkan bahwa konflik berpotensi meluas jika tidak segera dikendalikan.

Selain itu, China dan Pakistan menekankan jalur diplomasi tetap menjadi satu-satunya solusi realistis untuk mengakhiri krisis yang semakin kompleks.

Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya tekanan global, termasuk gangguan jalur energi dan meningkatnya korban sipil di berbagai wilayah terdampak.

1. 5 Poin utama yang disepakati

illustrasi miniatur tentara Iran
illustrasi miniatur tentara Iran (pexels.com/Saifee Art)

Dalam rencana yang diajukan, China dan Pakistan merumuskan lima langkah utama sebagai dasar penyelesaian konflik. Fokus utamanya adalah penghentian kekerasan dan pemulihan stabilitas kawasan.

Poin pertama adalah penerapan gencatan senjata secara segera. Langkah ini dianggap penting untuk menghentikan jatuhnya korban dan membuka ruang bagi dialog.

Kedua, kedua negara mendorong dimulainya perundingan damai secepat mungkin. Dialog dinilai sebagai jalan utama untuk menyelesaikan konflik yang melibatkan banyak pihak.

Selain itu, mereka juga menekankan perlindungan terhadap warga sipil serta pengamanan jalur pelayaran internasional, termasuk Selat Hormuz yang saat ini menjadi titik krisis global.

Poin terakhir adalah kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dianggap sebagai dasar hukum internasional dalam menjaga perdamaian.

2. Soroti dampak kemanusiaan dan risiko eskalasi

Seorang warga melihat lokasi serangan misil Iran di Dimona, Israel, 22 Maret 2026.
Seorang warga melihat lokasi serangan misil Iran di Dimona, Israel, 22 Maret 2026. (AFP/John Wessels)

China dan Pakistan secara khusus menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik yang terus berlangsung. Mereka menilai kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan.

Kedua negara menyerukan peningkatan upaya untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak. Akses bantuan dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendesak.

Selain itu, mereka juga meminta penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur vital. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas.

Dalam pernyataannya, kedua negara juga mengingatkan, eskalasi konflik dapat membawa dampak regional yang lebih besar, termasuk terhadap stabilitas global.

Mereka menegaskan pentingnya menjaga keselamatan kapal sipil dan komersial yang melintasi Selat Hormuz, mengingat peran strategis jalur tersebut bagi perdagangan dunia.

3. Tegaskan diplomasi, hormati kedaulatan negara

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Dalam inisiatif tersebut, China dan Pakistan kembali menegaskan, dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan keluar yang realistis dari konflik ini. Keduanya juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan wilayah, termasuk Iran dan negara-negara di kawasan Teluk.

Seruan ini menjadi penting di tengah meningkatnya ketegangan sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut memicu respons balasan dari Iran berupa serangan rudal dan drone ke Israel, serta penargetan kepentingan AS di sejumlah negara Arab.

Rangkaian serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur, yang kemudian memicu kecaman dari berbagai negara.

Melalui inisiatif lima poin ini, China dan Pakistan berupaya menempatkan kembali penyelesaian konflik dalam kerangka hukum internasional dan mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai fondasi perdamaian jangka panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More