ilustrasi Jepang, bisnis kecil, toko (pexels.com/Nelson Marquina)
Walaupun minat bekerja dalam jangka panjang menurun, bukan berarti Jepang akan kehilangan seluruh daya tariknya bagi pekerja asing. Negara ini masih menghadapi tantangan berupa populasi yang menua dan jumlah tenaga kerja usia produktif yang terus berkurang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap pekerja asing diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
OECD juga menilai bahwa Jepang perlu terus meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan ketersediaan tenaga kerja untuk menjaga pertumbuhan ekonominya. Reuters bahkan melaporkan bahwa berbagai sektor seperti perawatan lansia, pertanian, hingga logistik masih menghadapi kekurangan pekerja dalam jumlah besar. Artinya, Jepang tetap memiliki peluang kerja yang luas bagi warga asing, meski tantangan ekonomi membuat sebagian orang lebih berhati-hati dalam memutuskan apakah akan membangun karier jangka panjang di negara tersebut.
Survei terbaru Mynavi Global memperlihatkan bahwa semakin banyak warga asing yang masih ingin bekerja di Jepang, tapi mulai mengurangi keinginan untuk menetap dalam jangka panjang. Hasil tersebut gak bisa dilepaskan dari berbagai pertimbangan pribadi setiap responden, mulai dari prospek karier hingga kondisi ekonomi yang mereka rasakan.
Di sisi lain, laporan OECD dan Reuters menunjukkan bahwa Jepang memang sedang menghadapi tantangan berupa inflasi, pelemahan yen, dan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Meski begitu, Jepang tetap menjadi salah satu negara dengan kebutuhan tenaga kerja asing yang tinggi sehingga peluang membangun karier di sana masih terbuka, terutama bagi kamu yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri.