Menjadi anak muda biasanya identik dengan semangat besar, mimpi tinggi, dan optimisme soal masa depan. Banyak orang menganggap usia belasan hingga awal 20-an adalah masa paling ideal untuk membangun harapan dan merancang hidup. Akan tetapi, kondisi itu ternyata gak dirasakan oleh semua generasi muda di berbagai negara.
Survei terbaru justru menunjukkan bahwa anak muda di Jepang memiliki tingkat optimisme paling rendah dibandingkan negara lain. Mereka bukan hanya pesimistis terhadap masa depan pribadi, tapi juga terhadap masa depan negaranya sendiri.
Kondisi ini menarik perhatian karena Jepang dikenal sebagai negara maju dengan sistem pendidikan dan ekonomi yang kuat. Namun di balik kemajuan itu, banyak anak muda merasa kurang yakin terhadap peluang hidup mereka ke depan.
Pandangan ini juga berpengaruh pada cara mereka melihat pendidikan, pekerjaan, bahkan pernikahan. Kalau dibiarkan terus, pesimisme seperti ini bisa berdampak besar pada masa depan sosial Jepang.
