Kebakaran Hutan di Jepang, 2.500 Warga Dievakuasi

- Kebakaran hutan melanda Otsuchi, Prefektur Iwate, Jepang, akibat angin kencang dan kondisi kering, membakar lebih dari 200 hektare lahan serta memicu status darurat pemerintah setempat.
- Pemerintah mengerahkan Pasukan Pertahanan Diri (SDF) dan tim pemadam dari prefektur tetangga untuk operasi gabungan udara-darat guna mengendalikan api di area pegunungan yang sulit dijangkau.
- Sebanyak 2.588 warga dievakuasi ke sekolah yang dijadikan tempat pengungsian sementara setelah tujuh bangunan rusak dan sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik akibat kebakaran.
Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan melanda wilayah Otsuchi di Prefektur Iwate, Jepang, pada Rabu (22/4/2026). Api menyebar di kawasan pegunungan dan mendekati area pemukiman warga di timur laut Jepang.
Pemerintah setempat menetapkan status darurat dan mengerahkan unit pemadam kebakaran serta Pasukan Pertahanan Diri (SDF). Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi.
1. Api cepat menyebar di Pegunungan Otsuchi akibat angin kencang
Kebakaran pertama terdeteksi pada Rabu (22/4/2026), di distrik Kozuchi pada pukul 13.55 waktu setempat. Titik awal berada di area pegunungan yang sulit dijangkau. Vegetasi yang kering dan embusan angin kencang membuat api meluas.
Pada pukul 16.20, titik api kedua muncul di distrik Kirikiri, berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi pertama. Kondisi ini membuat petugas pemadam kebakaran harus membagi tim operasi di lapangan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Jepang, luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 200 hektare pada Kamis (23/4/2026) siang. Api cepat meluas karena kelembapan udara yang rendah di Prefektur Iwate. Catatan cuaca menunjukkan wilayah timur laut Jepang mengalami curah hujan minim sejak awal tahun 2026, sehingga kondisi hutan rentan terbakar.
Angin kencang pada Rabu sore menerbangkan bara api melewati lembah pegunungan Otsuchi. Kontur tanah yang miring juga mempercepat rambatan api ke area hutan di atasnya. Kondisi angin yang berubah arah secara tiba-tiba membuat situasi di lapangan sangat dinamis.
"Kondisi di lapangan cepat berubah, sehingga kami harus bertindak hati-hati untuk melindungi warga," kata Walikota Otsuchi, Kozo Hirano, dilansir Japan Today.
Sistem peringatan nasional Jepang (J-Alert) sempat diaktifkan untuk memberi peringatan kepada warga di sekitar distrik Kirikiri. Pantauan satelit juga mencatat peningkatan suhu yang signifikan di area kebakaran. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk membatasi kerusakan hutan lindung di Prefektur Iwate.
2. SDF dan prefektur tetangga bantu pemadaman dari udara
Pemerintah Prefektur Iwate meminta bantuan SDF Jepang untuk menangani api yang terus meluas. Helikopter SDF dikerahkan untuk melakukan pemadaman dari udara. Operasi ini difokuskan untuk memadamkan titik api di puncak bukit yang sulit diakses oleh tim darat.
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana juga meminta bantuan tim darurat dari Prefektur Miyagi. Ratusan petugas pemadam dari kota-kota di Iwate, seperti Morioka dan Ofunato, turut membantu operasi pemadaman di darat. Mereka bekerja dengan sistem sif 24 jam untuk mencegah api merambat ke fasilitas umum dan infrastruktur energi.
Pusat komando darurat didirikan di balai kota Otsuchi untuk mengatur koordinasi antara tim udara dan tim darat. Pesawat pengintai SDF digunakan untuk memantau arah pergerakan api dari udara guna memandu personel di lapangan.
"Melalui pengerahan gabungan ini, kami berupaya membantu penanganan bencana yang berisiko bagi warga," kata pejabat kementerian pertahanan, dilansir The Star.
Kepolisian menutup rute lalu lintas menuju distrik Kozuchi agar masyarakat tidak mendekati lokasi berbahaya. Operasi gabungan ini ditargetkan dapat segera mengendalikan api sebelum kecepatan angin kembali meningkat.
3. Ribuan warga mengungsi ke sekolah
Hingga Kamis sore, pemerintah kota Otsuchi telah mengevakuasi 2.588 warga dari 1.229 keluarga. Evakuasi dilakukan setelah api dilaporkan merusak setidaknya tujuh bangunan, termasuk rumah tinggal warga.
Sekolah-sekolah di wilayah Otsuchi diliburkan dan dialihfungsikan menjadi tempat pengungsian sementara. Selama di pengungsian, warga diimbau untuk tetap waspada, karena wilayah tersebut masih berpotensi menghadapi gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,7 yang melanda lepas pantai Iwate beberapa hari sebelumnya.
Kebakaran juga merusak jaringan komunikasi dan kabel listrik. Beberapa wilayah di Otsuchi mengalami pemadaman listrik akibat tiang kayu yang terbakar. Pemerintah kota akan mendata pemberian tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Tim dari dinas sosial dan pemadam kebakaran saat ini masih melakukan perhitungan kerugian.


















