Pasukan militer Taiwan. (Twitter.com/MoNDefense)
Sebagai pelengkap sistem pertahanan, rencana ini juga mengintegrasikan rudal jarak dekat untuk pertempuran di perairan dangkal. Militer Taiwan turut menyiapkan pengoperasian sekumpulan drone, baik di udara maupun di atas permukaan laut (USV).
Pemerintah Taiwan akan memaksimalkan penggunaan peluncur rudal berbasis darat yang bisa dipindah-pindah (mobile). Sistem peluncur seperti ini dinilai lebih aman karena mudah disebar dan disembunyikan untuk menghindari serangan udara.
Meski peluncur mobile ditingkatkan, sebagian rudal antikapal Taiwan saat ini masih ditempatkan di pangkalan militer tetap yang ada di darat. Posisi instalasi tetap ini dinilai lebih rentan terpantau.
"Pihak China sudah mengetahui di mana lokasi penempatan instalasi tetap tersebut," kata Purnawirawan Angkatan Laut Taiwan, Yuster Yu.
Untuk memusatkan koordinasi keamanan pesisir, Taiwan akan membentuk Littoral Combat Command pada 1 Juli mendatang. Pasukan ini bertugas menyatukan sistem radar pantai, kendali rudal antikapal, dan drone dalam satu garis komando terpadu.
"Kita harus selalu siap menghadapi potensi pertempuran jangka panjang yang dapat menguras banyak sumber daya," kata Ou Si-fu.