Jakarta, IDN Times - Sejumlah warga membakar sebagian area rumah sakit di kota Rwampara, pusat wabah Ebola di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC), pada Kamis (21/5/2026). Insiden ini terjadi setelah setelah keluarga dan teman seorang pemuda yang diduga meninggal akibat virus tersebut dilarang membawa jenazahnya untuk dimakamkan.
Dilansir The Straits Times, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa yang mengamuk di Rumah Sakit Umum Rwampara. Namun, upaya tersebut gagal, dan massa membakar dua tenda berisi delapan tempat tidur sebelum bala bantuan tentara dan polisi tiba untuk mengendalikan situasi. Akibatnya, tenda-tenda tersebut habis terbakar bersama satu jenazah yang rencananya akan dimakamkan pada hari itu.
Enam pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di tenda dilaporkan melarikan diri selama kekacauan tersebut. Namun, organisasi medis Alima kemudian mengatakan bahwa seluruh pasien telah ditemukan dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
