Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Takut COVID-19, Pasangan di Spanyol Kurung Anaknya Selama Tiga Tahun
Ilustrasi mengurung diri (magnific.com/freepik)
  • Pengadilan Provinsi Asturias menjatuhkan hukuman hampir tiga tahun penjara dan mencabut hak asuh kepada pasangan asal AS-Jerman karena menelantarkan serta mengurung tiga anaknya selama lebih dari tiga tahun.
  • Polisi menemukan ketiga anak dalam kondisi memprihatinkan di rumah kotor di Oviedo, mengalami gangguan perkembangan serius akibat isolasi total sejak 2019 tanpa akses pendidikan maupun perawatan medis.
  • Pengacara menyatakan tindakan isolasi dilakukan karena ketakutan tertular Covid-19, namun pengadilan menilai hal itu berlebihan dan merugikan anak; kini mereka dirawat oleh dinas sosial setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengadilan Provinsi Asturias di Spanyol menjatuhkan hukuman penjara hampir tiga tahun kepada pasangan suami istri asal Amerika Serikat (AS) dan Jerman pada Senin (11/5/2026). Keduanya terbukti bersalah menelantarkan dan melakukan kekerasan psikologis dengan mengurung ketiga anak mereka di dalam rumah selama lebih dari tiga tahun.

Tindakan tersebut dilakukan karena ketakutan berlebihan pasangan itu terhadap penularan virus Covid-19. Akibat isolasi penuh dari dunia luar, ketiga anak mereka mengalami gangguan perkembangan fisik dan trauma psikologis yang membutuhkan penanganan khusus dari pihak berwenang.

1. Hakim jatuhkan vonis penjara dan cabut hak asuh

Majelis hakim menyatakan ayah dan ibu tersebut bersalah atas penelantaran keluarga dan kekerasan psikologis yang dilakukan berulang kali dalam rumah tangga. Keduanya dijatuhi hukuman dua tahun empat bulan penjara untuk kekerasan psikologis, serta tambahan enam bulan untuk penelantaran keluarga. Pasangan ini terbebas dari tuduhan penahanan tidak sah yang sebelumnya diancam dengan hukuman hingga 25 tahun penjara.

Selain hukuman penjara, pengadilan juga mencabut hak asuh anak dari kedua orang tua selama tiga tahun empat bulan. Mereka dilarang mendekati anak-anaknya dalam jarak 300 meter dan wajib membayar ganti rugi sebesar 30 ribu euro (Rp616,11 juta) kepada setiap anak. Sidang dilakukan secara tertutup untuk menjaga kondisi mental ketiga anak yang masih di bawah umur.

2. Polisi temukan anak dalam kondisi memprihatinkan di rumah kotor

Kasus ini terungkap oleh polisi pada April 2025 setelah mendapat laporan dari tetangga yang merasa curiga. Rumah yang berada di pinggiran Kota Oviedo itu ditemukan dalam keadaan sangat kotor, dipenuhi sampah, popok bekas, dan kotoran hewan peliharaan yang berserakan di berbagai ruangan.

Ketiga anak tersebut, yaitu satu anak berusia sepuluh tahun dan anak kembar berusia delapan tahun, mengalami gangguan perkembangan yang serius. Mereka belum bisa membaca dan menulis, kesulitan berjalan, serta mengalami masalah buang air karena terlalu lama memakai popok. Catatan medis menunjukkan mereka terakhir kali diperiksa oleh dokter pada 2019 dan tidak pernah bersekolah formal di Spanyol.

"Mereka tidak pernah keluar rumah, bahkan sekadar ke halaman selama hampir empat tahun karena ketakutan orang tua yang berlebihan," kata jaksa penuntut, dilansir The Independent.

3. Pengacara sebut orang tua lakukan isolasi karena takut tertular virus

Dalam persidangan, pengacara beralasan bahwa isolasi tersebut dilakukan secara sadar karena orang tua takut tertular kembali setelah sebelumnya sempat terkena Covid-19. Meskipun demikian, pengadilan tetap menilai tindakan tersebut berlebihan dan merugikan anak secara fisik maupun mental.

"Anak-anak sebenarnya menerima pendidikan di rumah, memiliki kehidupan keluarga yang stabil, dan mendapat asupan gizi yang cukup. Klien kami cukup menerima putusan hakim, tetapi masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding," kata pengacara pihak ibu, Javier Muñoz, dilansir CTV News.

Saat ini, pasangan suami istri tersebut masih berada di ruang tahanan sementara. Ketiga anak mereka sudah dirawat oleh dinas sosial setempat dan sedang menjalani pengobatan untuk memulihkan kondisi kejiwaannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team