Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kawal Evakuasi Kapal MV Hondius, WHO: Hantavirus Bukan COVID Baru

Kawal Evakuasi Kapal MV Hondius, WHO: Hantavirus Bukan COVID Baru
MV Hondius, kapal ‘wabah’ Hantavirus akan berlabuh di Kepulauan Canary. (AFP/Jorge Guerrero)
Intinya Sih
  • WHO menegaskan wabah di kapal MV Hondius disebabkan hantavirus jenis Andes, bukan Covid baru, serta memastikan risiko penularan ke masyarakat Tenerife tergolong rendah.
  • Pemerintah Spanyol dan WHO melakukan evakuasi ketat dalam zona steril, memastikan tidak ada kontak antara penumpang dengan warga lokal selama proses pemindahan dan repatriasi berlangsung.
  • Sejumlah negara melakukan pelacakan terhadap penumpang dan kontak mereka setelah tiga kematian dilaporkan, sementara beberapa kasus suspek di berbagai wilayah dinyatakan negatif hantavirus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, dijadwalkan tiba di perairan lepas Tenerife, Spanyol, pada Minggu (10/5/2026) dini hari di tengah kekhawatiran internasional akibat wabah hantavirus yang terjadi di atas kapal tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turun langsung untuk membantu proses evakuasi para penumpang.

Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit langka tersebut, yakni pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman. Sejumlah penumpang lain juga jatuh sakit selama pelayaran berlangsung.

WHO menyebut jenis virus yang terkonfirmasi pada kasus positif adalah Andes virus, satu-satunya tipe hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia. Kondisi itu memicu kewaspadaan sejumlah negara yang kini melakukan pelacakan terhadap penumpang maupun orang yang sempat melakukan kontak dengan mereka.

Meski situasi memicu perhatian global, kehidupan warga di Tenerife dilaporkan tetap berjalan normal. Di sekitar Pelabuhan Granadilla de Abona, tempat proses evakuasi akan dilakukan, warga masih terlihat berenang, berbelanja di pasar, hingga duduk santai di kafe.

“Ada kekhawatiran mungkin ada bahaya, tetapi sejujurnya saya tidak melihat orang-orang terlalu khawatir,” kata penjual lotre setempat, David Parada, dilansir dari Hurriyet Daily.

Otoritas regional Spanyol menolak mengizinkan kapal tersebut merapat ke pelabuhan. MV Hondiusakan tetap berada di lepas pantai selama pemeriksaan kesehatan dan proses evakuasi dilakukan antara Minggu hingga Senin, satu-satunya waktu yang dinilai memungkinkan berdasarkan kondisi cuaca.

1. WHO: Bukan Covid baru

Logo asli WHO.
logo WHO (pixabay.com/padrinan)

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tiba di Spanyol pada Sabtu (9/5/2026) dan dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Pedro Sanchez di Madrid sebelum bertolak ke Kepulauan Canary bersama pejabat kesehatan dan dalam negeri Spanyol. Dalam surat terbuka kepada warga Tenerife, Tedros berupaya menenangkan kekhawatiran publik terkait kedatangan kapal tersebut.

“Saya ingin Anda mendengar saya dengan jelas: ini bukan Covid baru,” tulis Tedros.

Ia juga menegaskan risiko penularan kepada masyarakat Tenerife tergolong rendah dan menyampaikan apresiasi atas solidaritas warga setempat.

“Saya berterima kasih atas solidaritas Anda,” katanya.

Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia Gomez memastikan tidak akan ada kontak langsung antara penumpang kapal dengan warga lokal selama proses evakuasi berlangsung. Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska juga menegaskan operasi akan dilakukan secara cepat dan ketat.

“Tidak akan ada kontak dengan populasi lokal,” ujarnya kepada wartawan di Madrid.

Menurut dia, para penumpang akan dipulangkan berdasarkan kelompok kewarganegaraan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di atas kapal.

2. Evakuasi ketat dalam zona steril

ilustrasi Canary Islands atau Kepulauan Canary di Spanyol
ilustrasi Canary Islands atau Kepulauan Canary di Spanyol (unsplash.com/Luca N)

Setelah pemeriksaan dilakukan, para penumpang akan dipindahkan menggunakan kapal kecil menuju daratan sebelum dibawa dengan bus menuju bandara. Dari sana, mereka akan diterbangkan kembali ke negara masing-masing, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

“Semua area yang dilalui penumpang akan ditutup,” kata Grande-Marlaska.

Ia menambahkan, zona larangan berlayar juga akan diberlakukan di sekitar kapal selama operasi berlangsung.

Menteri Kesehatan Monica Garcia Gomez mengatakan, 14 warga negara Spanyol yang berada di kapal akan dievakuasi terlebih dahulu.

WHO pada Jumat mengonfirmasi enam kasus positif dari delapan kasus yang sebelumnya dicurigai. Organisasi itu juga menyebut saat ini tidak ada lagi kasus suspek di atas kapal. MV Hondiussebelumnya berlayar dari Cape Verde. Tiga orang yang terinfeksi telah lebih dulu dievakuasi dari wilayah tersebut pada awal pekan ini.

Kapal itu diperkirakan tiba di perairan Tenerife antara pukul 03.00 hingga 05.00 GMT pada Minggu. Sebagian awak kapal disebut akan tetap berada di atas kapal karena MV Hondius dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Belanda setelah proses evakuasi selesai.

3. Pelacakan penumpang dilakukan di banyak negara

Hantavirus yang sedang menyebar
ilustrasi hantavirus yang sedang menyebar (unsplash.com/CDC)

MV Hondius memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April untuk perjalanan melintasi Samudra Atlantik menuju Cape Verde. Pejabat kesehatan provinsi Argentina, Juan Petrina, mengatakan kemungkinan pria Belanda yang menjadi kasus awal tertular di Ushuaia sangat kecil jika melihat masa inkubasi virus dan faktor lainnya.

“Peluangnya hampir nol,” kata Petrina.

Sejumlah negara kini melakukan pelacakan terhadap penumpang yang sudah turun dari kapal maupun orang-orang yang sempat berkontak dengan mereka. WHO menyebut seorang pramugari maskapai KLM yang sempat kontak dengan penumpang terinfeksi dan kemudian mengalami gejala ringan, dinyatakan negatif hantavirus.

Penumpang yang dimaksud merupakan istri dari korban pertama yang meninggal dalam wabah tersebut. Ia sempat berada di dalam pesawat dari Johannesburg menuju Belanda pada 25 April, tetapi diturunkan sebelum pesawat lepas landas. Perempuan itu meninggal sehari kemudian di rumah sakit Johannesburg.

Di Spanyol, otoritas kesehatan juga tengah memeriksa seorang perempuan yang berada dua baris di belakang korban dalam penerbangan tersebut setelah mengalami gejala saat berada di rumahnya di wilayah timur Spanyol.

“Ini kasus yang sangat kecil kemungkinannya,” kata Sekretaris Kesehatan Javier Padilla.

Sementara itu, dua warga Singapura yang sebelumnya berada di kapal dinyatakan negatif, tetapi tetap menjalani karantina. Otoritas kesehatan Inggris juga melaporkan adanya satu kasus suspek di Tristan da Cunha, salah satu permukiman paling terpencil di dunia dengan populasi sekitar 220 orang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More