Jakarta, IDN Times - Tambang mineral di Republik Demokratik Kongo dilaporkan mengalami longsor pada Rabu (28/1/2026). Menurut laporan Reuters pada Jumat (30/1/2026), insiden ini menewaskan 200 orang, termasuk para penambang, pedagang, dan anak-anak. Sementara itu, 20 orang lainnya mengalami luka-luka.
“Lebih dari 200 orang menjadi korban tanah longsor ini, termasuk penambang, anak-anak, dan pedagang wanita. Beberapa orang berhasil diselamatkan tepat waktu dan mengalami luka serius,” kata juru bicara Provinsi Kivu Utara, Muyisa, seraya menambahkan korban luka saat ini sudah mendapat perawatan intensif.
