Tim gabungan di pusat kota Hat Yai berhasil membongkar jaringan penyelundupan rokok berskala besar, setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif. Dalam operasi tersebut, petugas menggerebek sebuah bangunan yang menjadi pangkalan logistik utama dan menyita lebih dari 2.000 karton atau setara 20 juta batang rokok siap edar. Seluruh barang bukti tersebut tidak memiliki pita cukai resmi dan diduga kuat masuk melalui jalur perbatasan secara ilegal.
Kelompok kriminal ini menggunakan taktik penyamaran yang rapi dengan mengoperasikan bisnis pengisian air minum sebagai kedok untuk menutupi gudang penyimpanan. Selain gudang fisik, aparat menyita 11 unit kendaraan, termasuk van dan truk boks, yang berfungsi sebagai unit penyimpanan bergerak. Armada ini digunakan untuk mendistribusikan barang pada malam hari guna menghindari razia polisi sebelum menyuplai toko-toko ritel di wilayah Songkhla.
Sebanyak 14 orang tersangka yang berperan sebagai koordinator lapangan hingga pengemudi logistik telah diamankan oleh pihak berwenang. Penangkapan ini menjadi langkah signifikan dalam memutus ekosistem perdagangan gelap di wilayah selatan Thailand.
"Penyelidikan akan diperluas untuk mengidentifikasi siapa pun yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan tujuan membongkar seluruh jaringan tersebut," ujar Anutin Charnvirakul, dilansir National Thailand.
Kehadiran pejabat tinggi, seperti Sekretaris Tetap Kementerian Dalam Negeri, Arsit Sampantharat, dan Gubernur Songkhla Ratsada Chidchu, memperkuat koordinasi antar lembaga dalam penanganan kasus ini. Saat ini, otoritas tengah mendalami aliran dana untuk melacak otak intelektual serta penyandang dana logistik tersebut. Penyidik meyakini bahwa jaringan ini memiliki keterkaitan dengan sindikat internasional yang beroperasi melintasi batas negara tetangga.