Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pesawat Angkatan Udara Thailand Jatuh saat Latihan, Dua Pilot Tewas

Ilustrasi kecelakaan pesawat (freepik.com/storyset)
Ilustrasi kecelakaan pesawat (freepik.com/storyset)
Intinya sih...
  • Pesawat AT-6TH Wolverine jatuh dan terbakar di Chiang Mai
  • Tim penyelamat tiba di lokasi dengan pesawat sudah terbakar
  • Pesawat jatuh saat latihan simulasi pencarian dan penyelamatan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah pesawat tempur milik Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) jatuh di Kecamatan Jom Thong, Provinsi Chiang Mai, pada Kamis pagi (29/1/2026), menewaskan dua pilot yang berada di dalamnya. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 waktu setempat ketika pesawat tengah menjalani penerbangan latihan rutin.

Lokasi jatuh berada di Desa Ban Huay Fang, kawasan hutan terpencil yang jauh dari permukiman warga. Otoritas setempat memastikan tidak ada korban sipil maupun kerusakan properti di sekitar area kejadian. Tim penyelamat dan militer telah dikerahkan untuk melakukan pencarian serta penyelidikan penyebab kecelakaan.

1. Pesawat AT-6TH Wolverine jatuh dan terbakar di Chiang Mai

Pesawat AT-6TH Wolverine milik RTAF jatuh saat melakukan latihan penerbangan di Desa Ban Huay Fang, Kecamatan Jom Thong, Provinsi Chiang Mai. Pusat Komando Mitigasi Bencana menerima laporan insiden sekitar pukul 10.48 waktu setempat dan segera mengirimkan tim penyelamat ke lokasi.

Setibanya di tempat kejadian, pesawat dilaporkan sudah terbakar hebat dengan puing-puing tersebar dalam radius sekitar 20 meter serta meninggalkan kawah berdiameter 10 meter. Lokasi kecelakaan berada hampir satu kilometer dari jalan terdekat dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki melalui jalur hutan.

“Tim penyelamat Angkatan Udara Thailand telah tiba di lokasi. Jenazah para pilot belum dipindahkan dan area kejadian telah dipasangi garis pengamanan,” ujar Nattanon Metula, petugas penyelamat dari Thewarit Songtham Foundation, dilansir The National.

RTAF segera mengerahkan pejabat militer untuk memeriksa lokasi kejadian dan mengamankan area sekitar. Jenazah kedua pilot dilaporkan masih berada di dalam pesawat dan belum dapat dievakuasi sepenuhnya pada saat awal penanganan.

2. Pesawat jatuh saat latihan simulasi pencarian dan penyelamatan

Pesawat yang jatuh di Chiang Mai diidentifikasi sebagai Beechcraft AT-6TH Wolverine dengan nomor ekor 41105, milik Skuadron 411, Wing 41, yang berbasis di Pangkalan Udara Chiang Mai. RTAF memiliki delapan unit pesawat jenis ini, yang mulai dioperasikan pada Agustus 2025, menjadikan Thailand sebagai operator internasional pertama untuk model AT-6TH.

Pesawat dua kursi tersebut digunakan untuk pelatihan dan misi tempur ringan. Latihan pada hari kejadian merupakan bagian dari skenario tempur simulasi pencarian dan penyelamatan, menurut keterangan juru bicara RTAF.

“Saat sedang menyiram kebun sayur, saya mendengar suara pesawat mendekat. Pesawat menukik tajam ke tanah, lalu terdengar dua ledakan," ujar Rattanamongkol Phattanakiatchiwin, seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, dilansir The Straits Times.

Hingga kini, pihak RTAF belum merilis indikasi awal mengenai penyebab jatuhnya pesawat. Proses investigasi sedang dilakukan oleh tim ahli dan pejabat penerbangan militer Thailand di lokasi kejadian.

3. RTAF pastikan penyelidikan menyeluruh atas jatuhnya pesawat

Juru bicara RTAF, Chakkrit Thammavichai, menyampaikan bahwa pesawat AT-6TH Wolverine jatuh sekitar pukul 10.20 waktu setempat di sebelah barat daya Bandara Internasional Chiang Mai. Kecelakaan terjadi di kawasan hutan dan tidak menimbulkan dampak terhadap penduduk setempat.

“Otoritas akan melakukan penyelidikan dengan sangat cermat dan mematuhi standar keselamatan penerbangan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan,” ujar Chakkrit dalam pernyataan resminya.

RTAF turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga kedua pilot yang tewas dan berjanji memberikan dukungan penuh selama proses pemulihan. Pihak militer juga menegaskan bahwa hasil investigasi nantinya akan digunakan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

[QUIZ] Seberapa Jauh Kamu Mengenal Presiden Prabowo Subianto?

30 Jan 2026, 16:45 WIBNews