Jakarta, IDN Times - Timor Leste ingin mengambil peran lebih besar di kawasan Asia Tenggara dengan menyampaikan niat menjadi ketua ASEAN pada 2029. Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari para pemimpin ASEAN dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.
Keinginan Timor Leste itu muncul di tengah proses percepatan integrasi negara tersebut menjadi anggota penuh ke-11 ASEAN. Dalam pertemuan para pemimpin ASEAN, dukungan terhadap langkah Timor Leste terus diperkuat, termasuk melalui perubahan Piagam ASEAN untuk pertama kalinya sejak organisasi itu berdiri.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, dalam media briefing mengatakan, para pemimpin ASEAN memberikan apresiasi terhadap kesiapan Timor Leste memimpin organisasi kawasan di masa depan.
“Para pemimpin ASEAN juga menyampaikan apresiasi terhadap niat Timor Leste untuk memimpin ASEAN pada 2029,” ujar Kao Kim Hourn di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut Kao, integrasi Timor Leste ke ASEAN saat ini terus menunjukkan perkembangan positif. Karena itu, para pemimpin ASEAN kembali menegaskan komitmen untuk membantu Timor Leste memenuhi seluruh syarat keanggotaan penuh. “Dengan integrasi Timor Leste yang kini semakin mendapatkan momentum, para pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung Timor Leste memenuhi persyaratan keanggotaan penuh ASEAN,” katanya.
Dukungan tersebut mencakup berbagai inisiatif pembangunan kapasitas agar Timor Leste siap menjalankan kewajiban dan peran sebagai anggota penuh ASEAN, termasuk jika nantinya memegang keketuaan organisasi.
Dalam KTT ke-48 ASEAN, para pemimpin juga mengadopsi Cebu Protocol yang merevisi Piagam ASEAN agar Timor Leste dapat secara resmi masuk sebagai anggota penuh. Perubahan tersebut menjadi yang pertama sejak Piagam ASEAN diadopsi pada 2007 dan diratifikasi pada 2008.
Selain memasukkan Timor Leste sebagai anggota baru, revisi itu juga akan memperbarui identitas resmi ASEAN, termasuk bendera dan lambang organisasi kawasan tersebut. Para pemimpin ASEAN dalam pernyataan bersama mereka juga menyampaikan harapan agar Timor Leste dapat segera terlibat penuh dalam berbagai kerja sama regional.
“Kami menantikan partisipasi penuh dan efektif Timor Leste,” demikian bunyi pernyataan para pemimpin ASEAN.
Jika seluruh proses berjalan sesuai target, Timor Leste tidak hanya akan menjadi anggota terbaru ASEAN, tetapi juga berpeluang memimpin organisasi kawasan Asia Tenggara itu pada 2029.
