Demi Timor Leste, ASEAN Ubah Piagam Untuk Kali Pertama

- ASEAN untuk pertama kalinya mengubah Piagam ASEAN sejak 2007 melalui Cebu Protocol guna membuka jalan bagi Timor Leste menjadi anggota penuh ke-11.
- Perubahan piagam ini menandai tonggak penting bagi evolusi ASEAN yang lebih inklusif, termasuk pembaruan bendera dan lambang yang akan diperkenalkan pada KTT ke-49 tahun 2026.
- Para pemimpin ASEAN mendukung integrasi penuh Timor Leste, termasuk rencana kepemimpinan pada 2029 serta partisipasi aktif dalam kerja sama ekonomi dan kemitraan eksternal kawasan.
Jakarta, IDN Times - ASEAN resmi mengambil langkah bersejarah dengan mengubah Piagam ASEAN untuk pertama kalinya sejak organisasi kawasan itu dibentuk melalui piagam pada 2007. Perubahan tersebut dilakukan untuk membuka jalan bagi Timor Leste menjadi anggota penuh ke-11 ASEAN.
Keputusan itu disahkan para pemimpin ASEAN dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, melalui adopsi Cebu Protocol yang merevisi Piagam ASEAN.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan perubahan piagam menjadi langkah penting agar Timor Leste dapat secara resmi masuk sebagai anggota penuh organisasi kawasan Asia Tenggara tersebut.
“Ini akan menjadi pertama kalinya ASEAN mengubah Piagam ASEAN sejak piagam itu diadopsi pada 2007 dan diratifikasi pada 2008,” ujar Kao Kim Hourn dalam briefing di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Selama hampir dua dekade, piagam tersebut belum pernah mengalami perubahan apa pun. Karena itu, keputusan kali ini dinilai menjadi tonggak penting dalam sejarah ASEAN.
“Ini adalah pertama kalinya para pemimpin memutuskan bahwa perubahan diperlukan untuk memungkinkan Timor Leste menjadi anggota penuh,” katanya.
1. ASEAN sebut Ini tonggak bersejarah

Menurut Kao, perubahan piagam bukan hanya penting bagi Timor Leste, tetapi juga bagi arah perkembangan ASEAN ke depan. Mengutip pernyataan ketua ASEAN, Kao menyebut langkah tersebut menjadi tonggak penting bukan hanya bagi integrasi penuh Timor Leste ke ASEAN, tetapi juga evolusi berkelanjutan ASEAN sebagai komunitas yang lebih kuat, lebih inklusif, dan lebih kaya.
Perubahan piagam juga akan berdampak pada identitas resmi ASEAN, termasuk pembaruan bendera dan lambang organisasi. Dalam dokumen Cebu Protocol, Timor Leste nantinya akan secara resmi dicantumkan sebagai negara anggota ASEAN.
Bendera dan lambang ASEAN yang telah diperbarui dijadwalkan diperkenalkan dalam KTT ke-49 ASEAN pada November 2026. KTT ke-48 ASEAN sendiri digelar pada 8 Mei lalu di Cebu dengan mengusung tema “Navigating Our Future, Together.”
2. Timor Leste ingin pimpin ASEAN pada 2029

Selain membahas proses keanggotaan penuh, para pemimpin ASEAN juga menyampaikan apresiasi atas niat Timor Leste untuk menjadi ketua ASEAN pada 2029.
“Para pemimpin ASEAN juga menyampaikan apresiasi terhadap niat Timor Leste untuk memimpin ASEAN pada 2029,” ujar Kao.
Saat ini, proses integrasi Timor Leste ke ASEAN disebut terus mengalami kemajuan. Karena itu, para pemimpin ASEAN kembali menegaskan komitmen mereka untuk membantu Timor Leste memenuhi seluruh persyaratan sebagai anggota penuh.
Dukungan tersebut dilakukan melalui berbagai inisiatif pembangunan kapasitas dan pendampingan berkelanjutan. Dalam pernyataan bersama, para pemimpin ASEAN juga memuji perkembangan Timor Leste dalam menjalankan peta jalan wajib menuju keanggotaan penuh.
3. ASEAN dorong integrasi Timor Leste lebih luas

ASEAN berharap Timor Leste nantinya dapat terlibat penuh dalam seluruh mekanisme kerja sama kawasan, termasuk kerja sama ekonomi dan kemitraan eksternal ASEAN. “Kami menantikan partisipasi penuh dan efektif Timor Leste,” demikian pernyataan para pemimpin ASEAN.
Para pemimpin juga menyoroti pentingnya keterlibatan Timor Leste dalam perjanjian ASEAN+1 dan kerja sama dengan mitra dialog global ASEAN. Selain dukungan internal ASEAN, negara-negara mitra eksternal juga disebut memiliki peran penting dalam membantu Timor Leste memenuhi kewajiban pasca-keanggotaan.
KTT kali ini juga menghasilkan berbagai kesepakatan lain terkait integrasi ekonomi, keamanan maritim, transformasi digital, penanganan bencana, hingga isu geopolitik seperti Laut China Selatan dan konflik Ukraina. Namun, keputusan mengubah Piagam ASEAN demi Timor Leste menjadi salah satu langkah paling simbolis dalam sejarah organisasi tersebut sejak berdiri hampir enam dekade lalu.

















