Para anggota kepolisian Hong Kong saat memantau situasi jalannya protes besar-besaran yang berlangsung di Hong Kong. (Twitter.com/TomMackenzieTV)
Inggris menjadi salah satu negara yang tegas dalam merepons kesewenang-wenangan Tiongkok. Sebagai bentuk dukungan kepada Hong Kong, Pemerintah Inggris meluncurkan visa British National Overseas (BNO), skema yang memungkinkan warga Hong Kong dengan status tertentu menjadi warga negara Inggris setelah bermukim selama lima tahun.
Sekurangnya ada sekitar tiga juta warga Hong Kong, dengan 2,3 juta tanggungan mereka lainnya, yang memiliki kesempatan untuk memperoleh kewarganegaraan Inggris.
Tiongkok menolak untuk mengakui paspor BNO sebagai dokumen perjalanan yang sah.
“China tidak akan mengakui apa yang disebut paspor BNO sebagai dokumen perjalanan dan dokumen ID, dan (Tiongkok) berhak untuk mengambil tindakan lebih lanjut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian.
Selain Inggris, Taiwan juga resah dengan kerusuhan yang terjadi di Hong Kong. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah mewanti-wanti, jika operasi Beijing di Hong Kong sukses, tidak menutup kemungkinan kerusuhan akan pindah ke Taiwan. Meski warga Hong Kong bersikukuh bahwa unjuk rasa adalah suara keresahan mereka, Tiongkok tetap kekeh bahwa mereka didalangi oleh pihak asing.