Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi topan di Jepang (Japan Meteorological Agency, CC BY 4.0 CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
ilustrasi topan di Jepang (Japan Meteorological Agency, CC BY 4.0 CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • 29 korban tewas di Toamasina, banyak tertimpa reruntuhan rumah

  • 6 ribu orang mengungsi karena 70% rumah di Madagaskar mudah rusak

  • Militer bantu operasi penyelamatan, Topan Gezani melemah menjadi badai tropis sedang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 31 orang dilaporkan tewas akibat topan dahsyat yang melanda Madagaskar. Selain itu, 36 orang terluka dan beberapa lainnya masih dinyatakan hilang.

Kantor Nasional Manajemen Risiko dan Perlindungan Sipil (BNGRC) mengatakan bahwa Topan Gezani mendarat pada Selasa (10/2/2026), menghantam kota terbesar kedua di negara itu, Toamasina, dengan kecepatan angin mencapai 250 kilometer per jam. Akibatnya, rumah-rumah warga roboh, kabel listrik putus dan pohon-pohon tumbang, dilansir dari BBC.

“Apa yang terjadi adalah sebuah bencana, hampir 75 persen kota Toamasina hancur. Situasi saat ini melampaui kemampuan Madagaskar untuk menanganinya,” kata Presiden Madagaskar, Michael Randrianirina, yang mengunjungi Toamasina untuk meninjau kerusakan.

1. Sebagian besar korban tewas akibat tertimpa puing bangunan

ilustrasi dampak topan (unsplash.com/Carl Kho)

Menurut BNGRC, 29 korban tewas tercatat di Toamasina, dengan banyak di antaranya meninggal karena tertimpa reruntuhan rumah. Sementara itu, lebih dari 6 ribu orang dilaporkan mengungsi dari rumah mereka.

“Ini sangat mengerikan. Segalanya hancur, atap-atap terbang, lantai-lantai terendam, dinding rumah yang kokoh pun runtuh,” kata seorang warga Toamasina, yang berpenduduk 400 ribu orang.

Menurut badan statistik nasional, lebih dari 70 persen rumah di Madagaskar dibangun dari bahan-bahan yang rapuh, seperti tanah liat, ranting atau dedaunan. Hal ini menyebabkan rumah-rumah mudah rusak dan meningkatkan risiko korban jiwa serta kerusakan saat topan atau bencana alam melanda.

2. Militer dikerahkan untuk bantu operasi penyelamatan

ilustrasi badai (unsplash.com/Dorin Vancea)

Dilansir dari France24, pihak bandara mengatakan penerbangan komersial ke bandara Toamasina telah ditangguhkan, kecuali untuk penerbangan kemanusiaan dan militer. Sementara itu, pihak berwenang mengumumkan telah mengerahkan 15 anggota unit perlindungan sipil militer untuk membantu operasi penyelamatan.

Sementara itu, pada Rabu (11/2/2026) pagi, badan meteorologi Madagaskar melaporkan bahwa Topan Gezani telah melemah menjadi badai tropis sedang dan bergerak ke daratan ke arah barat, sekitar 100 km di utara ibu kota, Antananarivo.

“Gezani akan melintasi dataran tinggi tengah dari timur ke barat hari ini, sebelum bergerak kembali ke laut menuju Selat Mozambik pada sore atau malam ini,” kata badan meteorologi.

3. Topan kedua yang melanda Madagaskar pada 2025

ilustrasi badai (unsplash.com/Zoltan Tasi)

Topan Gezani merupakan topan kedua yang melanda Madagaskar tahun ini. Sebelumnya, Topan Tropis Fytia menghantam wilayah barat laut negara itu pada 31 Januari, menewaskan sedikitnya 12 orang dan membuat 31 ribu lainnya mengungsi,

Dilansir dari Al Jazeera, pakar prakiraan siklon CMRS di Pulau Réunion, Prancis, menilai topan ini kemungkinan merupakan salah satu yang paling dahsyat yang pernah tercatat di wilayah tersebut selama era satelit, setara dengan Topan Geralda pada Februari 1994. Topan tersebut menewaskan sedikitnya 200 orang dan berdampak pada setengah juta orang lainnya.

Musim siklon di Samudra Hindia di sekitar Madagaskar biasanya berlangsung dari November hingga April, dengan rata-rata sekitar 12 badai terjadi setiap tahunnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team