Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berpidato di atas mimbar.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Jackson A. Lanier)

Intinya sih...

  • Donald Trump sempat berselisih dengan Maria Corina Machado soal Nobel Perdamaian.

  • Machado ingin memberikan hadiah Nobel Perdamaian yang diterima pada 2025 kepada Trump, namun tidak bisa dilakukan.

  • Maria Corina Machado merupakan tokoh Venezuela yang dekat dengan Donald Trump.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan bakal bertemu pemimpin oposisi Venezuela sekaligus pemenang Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado. Pertemuan itu bakal dihelat di Gedung Putih pada Kamis (15/1/2026) mendatang.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas keinginan Machado yang ingin bertemu dengan Trump. Machado ingin berterima kasih kepada Trump karena telah menangkap Presiden Nicolas Maduro beberapa pekan lalu. Ia juga ingin memberikan hadiah Nobel Perdamaian yang diterima pada 2025 kepada Trump.

"Aku harus berbicara dengannya. Aku pikir sangat baik bahwa dia (Maria Corina Machado) ingin datang. Itulah yang aku pahami sebagai alasannya," ujar Trump, seperti dilansir BBC.

1. Donald Trump sempat berselisih dengan Maria Corina Machado soal Nobel Perdamaian

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Dan Scavino Jr.)

Sebelum rencana pertemuan ini, Donald Trump sebetulnya sempat berselisih dengan Maria Corina Machado. Trump tidak terima Machado memenangi hadiah Nobel Perdamaian pada 2025. Sebab, Trump merasa dirinyalah yang berhak memenangi penghargaan tersebut.

Oleh karena itu, Machado berencana memberikan hadiah nobel yang ia terima kepada Trump saat bertemu pada Kamis nanti. Sebab, Machado menilai Trump yang berhak menerima hadiah itu karena sudah berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro. Ia menganggap langkah itu sebagai keberanian untuk menciptakan perdamaian di Venezuela.

“Atas nama rakyat Venezuela, aku ingin menyampaikan betapa kami sangat berterima kasih atas visi berani beliau (Donald Trump). Tindakan bersejarah yang telah beliau ambil terhadap rezim teroris narkoba ini dan membawa Maduro ke pengadilan,” kata Machado pekan lalu dalam sebuah wawancara di Fox News.

2. Hadiah Nobel Perdamaian milik Maria Corina Machado tidak bisa diberikan kepada Donald Trump

ilustrasi Nobel Perdamaian (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Namun, upaya itu dipastikan tidak bisa dilakukan. Sebab, menurut aturan yang berlaku, hadiah Nobel Perdamaian yang diterima Machado tahun lalu tidak bisa dipindahkan ke tangan siapa pun, termasuk Trump. 

“Setelah Hadiah Nobel diumumkan, hadiah tersebut tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan kepada orang lain. Keputusan tersebut bersifat final dan berlaku selamanya,” bunyi pernyataan resmi Komite Nobel Norwegia dan Institut Nobel Norwegia dilansir The Guardian.

"Tidak ada tindakan hukum yang dapat diajukan terhadap keputusan komite pemberi penghargaan di Stockholm atau Oslo," lanjut pernyataan tersebut.

3. Maria Corina Machado merupakan tokoh Venezuela yang dekat dengan Donald Trump

potret pemimpin oposisi Venezuela sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado (commons.wikimedia.org/Kevin Payravi)

Sebagai informasi, Maria Corina Machado sendiri merupakan tokoh oposisi Venezuela yang terkenal dekat dengan Donald Trump. Machado juga mendukung penuh upaya Trump untuk menangkap Nicolas Madura di Venezuela. Sebab, ia terkenal sangat anti terhadap pemerintahan Maduro sejak dahulu.

Machado ingin Venezuela lepas dari rezim otoriter yang dipimpin Maduro. Sebab, ia menilai hal itu hanya bisa memberikan kesengsaraan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan mulai 2017 dengan mendiri sebuah organisasi bernama Soy Venezuela. Organisasi ini menyatukan kelompok prodemokrasi di Venezuela untuk menekan rezim Maduro.

Selain itu, ia juga pernah ingin mencalonkan diri sebagai Presiden Venezuela pada pemilu 2024. Namun, langkah itu dihalangi oleh Maduro sehingga dirinya tidak jadi mencalonkan diri. Ia pun mendukung Edmundo Gonzalez Urrutia yang pada akhirnya juga dikalahkan oleh Maduro. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team