Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

bendera Venezuela
bendera Venezuela (unsplash.com/aboodi vesakaran)
Intinya sih...
  • Pemerintah Venezuela bantah ada risiko keamanan
  • Kementerian Luar Negeri Venezuela mengecam peringatan tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda untuk menyebar ketakutan.
  • Ditegaskan bahwa situasi keamanan tetap kondusif.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (10/1/2026), memperingatkan warganya untuk segera meninggalkan Venezuela. Instruksi ini muncul seiring memanasnya situasi keamanan setelah operasi militer AS yang menangkap Nicolas Maduro.

AS mengungkap adanya ancaman keamanan dari kelompok paramiliter pendukung rezim atau colectivos yang dilaporkan melakukan razia di jalan raya. Mereka disebut mencari warga negara AS di tengah ketidakpastian hukum di negara Amerika Latin tersebut.

1. Milisi Venezuela cari warga AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)
ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Laporan intelijen AS menyebut colectivos mendirikan barikade di jalur-jalur vital untuk memeriksa identitas pengendara. Warga AS diminta ekstra waspada saat melintasi jalur darat karena adanya risiko penculikan dan penahanan sewenang-wenang.

"Ada laporan mengenai kelompok milisi bersenjata atau colectivos yang mendirikan penghalang jalan dan menggeledah kendaraan untuk mencari bukti kewarganegaraan AS atau dukungan terhadap Amerika Serikat," bunyi peringatan keamanan Kedutaan Besar AS, dilansir Fox News.

Kedutaan Besar AS di Caracas mengaku tidak dapat memberikan bantuan darurat karena seluruh diplomat telah ditarik sejak 2019. Otoritas AS menyarankan warga untuk memanfaatkan penerbangan komersial yang baru saja dibuka kembali untuk evakuasi mandiri. Peringatan Level 4 atau "Jangan Bepergian" tetap dipertahankan mengingat tingginya risiko keamanan dan buruknya infrastruktur kesehatan.

2. Pemerintah Venezuela bantah ada risiko keamanan

pemandangan kota Caracas
pemandangan kota Caracas (unsplash.com/ Bona Lee)

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengecam peringatan tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda untuk menyebar ketakutan. Pemerintah Caracas mengklaim seluruh senjata api berada di bawah kendali negara dan situasi keamanan tetap kondusif.

"Venezuela berada dalam keadaan tenang, damai, dan stabil sepenuhnya. Peringatan tersebut didasarkan pada akun-akun palsu yang bertujuan menciptakan risiko yang sebenarnya tidak ada," tegas Kementerian Luar Negeri Venezuela, dikutip The Guardian.

Namun, klaim ini bertolak belakang dengan kesaksian warga yang melihat anggota colectivos berpatroli membawa senjata laras panjang dan mengendarai sepeda motor. Kelompok yang berakar dari era Hugo Chavez ini dikenal loyal pada rezim dan kerap menggunakan kekerasan untuk membungkam protes antipemerintah. Sering disebut sebagai "malaikat sosialisme" oleh Maduro, kelompok ini sebenarnya beroperasi layaknya paramiliter yang kebal hukum.

3. Ambisi Trump di tengah ketidakstabilan Venezuela

Presiden AS, Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Situasi di Venezuela semakin rumit setelah Presiden Donald Trump mengklaim AS kini menjalankan pemerintahan negara kaya minyak tersebut pasca-penangkapan Maduro. Gedung Putih bahkan mendorong perusahaan minyak untuk kembali berinvestasi, meski para eksekutif menilai kondisi hukum di sana belum layak.

Di sisi lain, pemerintahan transisi di bawah Wakil Presiden Delcy Rodriguez mencoba mengambil hati dunia internasional dengan membebaskan sejumlah tahanan politik. Langkah ini dinilai sebagai upaya tawar-menawar untuk mempertahankan sisa-sisa kekuasaan Chavismo.

Meskipun ada gestur perdamaian, Venezuela dilaporkan masih menangkap para jurnalis di lapangan. Sementara itu, Trump mengklaim pemerintah Venezuela telah menyerahkan 30-50 juta barel minyak yang disanksi AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Titik-Titik Genangan di Jakarta, Ada 10 RT dan 23 Ruas Jalan

12 Jan 2026, 11:20 WIBNews