Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (2/3/2026) menyatakan tetap membuka peluang pengerahan pasukan darat ke Iran apabila situasi menuntut. Sementara itu, operasi militer bertajuk Operation Epic Fury telah dimulai sejak Sabtu (28/2/2026) melalui rangkaian serangan udara besar yang melibatkan rudal dan bom.
Dalam 24 jam pertama, operasi tersebut diklaim menewaskan 49 tokoh senior militer dan politik Iran, padahal target serupa sebelumnya diperkirakan baru tercapai dalam waktu sedikitnya empat minggu. Kepada CNN, Trump memperingatkan bahwa serangan yang lebih dahsyat masih akan digelar.
“Kami bahkan belum mulai menghantam mereka dengan keras. Gelombang besar itu belum terjadi. Yang besar itu akan datang segera,” katanya, dikutip dari CNA.
