Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Ungkap Perang dengan Iran Bisa Berlangsung Lebih dari Sebulan

Trump Ungkap Perang dengan Iran Bisa Berlangsung Lebih dari Sebulan
Kepulan asap membubung setelah serangan rudal di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026. (ATTA KENARE/AFP)
Intinya Sih
  • Donald Trump menyatakan perang antara Amerika Serikat dan Iran bisa berlangsung empat hingga lima minggu, bahkan lebih lama jika diperlukan.
  • Trump menuduh Iran dua kali membatalkan kesepakatan yang sebelumnya dianggap sudah tercapai dalam perundingan dengan AS.
  • Ia juga menyalahkan pemerintahan Barack Obama karena memberi peluang bagi Iran mengembangkan program nuklir melalui kesepakatan yang disebutnya keliru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidatonya mengatakan, serangan militer melawan Iran dapat berlangsung hingga empat atau lima minggu.

“Bahkan AS siap untuk melanjutkan lebih lama jika diperlukan,” kata Trump. Ia menambahkan, tidak akan ‘bosan’ jika perang terjadi berlarut-larut.

Trump mengatakan, serangan ini terjadi setelah Iran dua kali membatalkan kesepakatan. Namun, menurut Iran, mereka sedang berada di meja perundingan bersama AS.

Trump juga menyalahkan pemerintahan pendahulunya, Barack Obama, karena mengizinkan Iran mengembangkan program nuklir, alasan utama yang ia gunakan untuk melancarkan perang.

“Mereka sedang dalam perjalanan untuk mendapatkan satu (senjata nuklir) secara sah melalui kesepakatan yang ditandatangani secara bodoh oleh negara kita,” kata Donald Trump.

“Akhirnya, kita memastikan rezim tersebut tidak dapat mendanai atau mengarahkan pasukan di luar perbatasan mereka. Kita pikir kita telah mencapai kesepakatan, lalu mereka membatalkannya. Kemudian mereka kembali, kita pikir kita telah mencapai kesepakatan, dan mereka membatalkannya lagi. Saya berkata, ‘Anda tidak bisa berurusan dengan orang-orang ini’. Kita harus melakukannya dengan cara yang benar,” pungkas Trump.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More