potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)
Kendati begitu, Iran kini dikabarkan sudah bersedia untuk kembali membuka Selat Hormuz. Kesediaan tersebut tertuang di dalam proposal perdamaian baru yang dikirim ke AS lewat Pakistan pada Minggu (26/4/2026).
Dalam proposal itu, Iran menyatakan bersedia untuk membuka kembali Selat Hormuz agar aktivitas perdagangan global kembali normal. Namun, sebagai gantinya, Iran meminta AS untuk menghentikan blokade terhadap semua pelabuhan mereka.
Proposal perdamaian baru dari Iran juga sudah diterima oleh Trump. Sayangnya, menurut seorang pejabat AS, Trump tidak puas dengan proposal tersebut. Sebab, proposal itu tidak berbicara soal penghentian program senjata nuklir milik Iran. Menurut pejabat tersebut, Trump lebih suka Iran menghentikan program senjata nuklirnya jika ingin berdamai dengan AS.
“Ia (Donald Trump) tidak senang dengan proposal tersebut,” ujar pejabat tersebut, seperti dilansir Jerusalem Post.