Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

20 Ribu Pelaut Terjebak di Teluk Persia akibat Blokade Selat Hormuz

20 Ribu Pelaut Terjebak di Teluk Persia akibat Blokade Selat Hormuz
ilustrasi pelaut (pexels.com/Lantip)
Intinya Sih
  • Sekitar 20 ribu pelaut terjebak di Teluk Persia karena blokade Selat Hormuz oleh AS dan Iran, membuat ratusan kapal kargo serta tanker tidak bisa melanjutkan pelayaran.
  • Blokade ganda AS-Iran memicu kekacauan perdagangan global dan lonjakan harga minyak hingga enam persen, sementara banyak awak kapal mulai kelelahan setelah berminggu-minggu terdampar.
  • Iran mengajukan proposal perdamaian baru lewat Pakistan untuk membuka kembali Selat Hormuz, namun AS menilai isi proposal belum cukup karena tidak mencantumkan penghentian program nuklir Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sekitar 20.000 pelaut kini dikabarkan sedang terjebak di Teluk Persia. Hal ini terjadi karena kapal yang mereka tumpangi tidak bisa berlayar melewati Selat Hormuz imbas blokade yang dilakukan AS dan Iran

Menurut laporan Times of Israel pada Selasa (28/4/2026), ada ratusan kapal yang kini terjebak di Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut umumnya terdiri dari kapal kargo dan kapal tanker berisi minyak. Mereka terjebak karena tidak bisa melintasi Selat Hormuz.

Menurut pengamat, blokade Selat Hormuz ini menyebabkan lalu lintas perdagangan global jadi kacau. Sebab, kapal-kapal dagang, termasuk kapal minyak, banyak yang tidak bisa mengirim barang ke negara tujuan. Hal ini lantas membuat harga bahan pokok, termasuk harga minyak mengalami kenaikan.

1. Ada pelaut yang sudah terjebak selama dua bulan

Pelaut sedang berlayar.
ilustrasi pelaut (pexels.com/Jan van der Wolf)

Seorang pelaut asal India bernama Rahul Dahr menceritakan keluh kesahnya karena sudah terjebak di Teluk Persia dalam waktu lama. Ia mengaku sudah terjebak di teluk tersebut sekitar delapan minggu atau dua bulan. 

Oleh karena itu, Dahr berharap blokade Selat Hormuz yang dilakukan AS dan Iran segera berakhir. Ini bertujuan agar kapal yang ia tumpangi bisa lanjut berlayar melalui selat tersebut untuk sampai ke negara tujuan. Terlebih, kata Dahr, sebagian besar awak kapal kini juga sudah kehilangan tenaga dan semangat karena sudah terdampar berminggu-minggu.

"Sehari-hari, kami mencoba menjaga agar semuanya tetap normal dengan percakapan terbuka dan kegiatan tim kecil yang membantu meningkatkan semangat semua orang," jelas Dahr menceritakan keadaan di kapalnya usai terjebak di Teluk Persia selama dua bulan.  

2. AS dan Iran sama-sama memblokade Selat Hormuz

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Sebagai informasi, AS dan Iran kini masih memblokade Selat Hormuz. Sebab, keduanya sama-sama mengklaim telah menguasai salah satu jalur perdagangan internasional paling sibuk di dunia tersebut.

AS sendiri mulai memblokade Selat Hormuz pada 13 April. Langkah ini dilakukan untuk menekan Iran agar mau menyepakati perdamaian dengan mereka. Sementara itu, Iran memblokade Selat Hormuz sebagai bentuk protes karena AS tetap memblokade semua pelabuhannya meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata. 

Blokade Selat Hormuz ini lantas membuat harga minyak beberapa waktu lalu sempat meroket sebesar enam persen. Padahal, sebelumnya, harga minyak sempat turun drastis hingga lebih dari sepuluh persen karena Iran sudah bersedia membuka Selat Hormuz. 

3. Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Kendati begitu, Iran kini dikabarkan sudah bersedia untuk kembali membuka Selat Hormuz. Kesediaan tersebut tertuang di dalam proposal perdamaian baru yang dikirim ke AS lewat Pakistan pada Minggu (26/4/2026) lalu. 

Presiden AS, Donald Trump, menyebut proposal perdamaian baru yang diberikan Iran sudah lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja, presiden berusia 79 tahun itu mengatakan, semua isi yang ada di dalamnya belum cukup untuk mengakhiri perang. Sebab, ada beberapa hal yang menurutnya masih kurang. 

Di sisi lain, seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya justru mengatakan, Trump kurang suka dengan proposal perdamaian baru yang ditawarkan Iran. Sebab, proposal itu tidak berbicara soal penghentian program nuklir milik mereka. Menurut pejabat tersebut, Trump lebih suka Iran menghentikan program senjata nuklirnya jika ingin berdamai dengan AS. Sebab, itu menjadi salah satu syarat perdamaian yang diberikan AS ke Iran beberapa waktu lalu. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More