Jakarta, IDN Times - Ketegangan di Selat Hormuz memasuki babak baru. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru saja mengumumkan sebuah misi khusus bertajuk Project Freedom pada Minggu (3/5/2026). Operasi ini dirancang untuk membebaskan kapal-kapal kargo sipil yang terjebak di tengah pusaran konflik antara AS dan Iran.
Trump menegaskan bahwa langkah ini merupakan misi kemanusiaan yang diambil setelah pihaknya menerima permohonan bantuan dari sejumlah negara netral. Melalui misi ini, kapal-kapal sipil yang terjebak diharapkan dapat kembali melintas dengan aman untuk melanjutkan aktivitas perdagangan mereka.
“Untuk kebaikan Iran, Timur Tengah, dan AS, kami telah memberitahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka keluar dengan aman dari Perairan Terbatas ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” ujar Trump terkait urgensi operasi tersebut, dikutip CNBC.
