Jakarta, IDN Times - Bentrokan antara Thailand dan Kamboja memasuki hari ketiga pada Rabu (10/12/2025), memicu kekhawatiran internasional atas meningkatnya kekerasan di sepanjang perbatasan kedua negara. Pertempuran yang meluas itu telah menewaskan warga sipil dan personel militer, serta memaksa ratusan ribu orang mengungsi.
Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan melakukan panggilan telepon untuk menghentikan konflik. Trump sebelumnya berperan dalam menengahi gencatan senjata pada Juli, yang mengakhiri pertempuran lima hari antara kedua negara.
Namun suasana saat ini jauh dari stabil. Thailand menyatakan tidak melihat peluang dialog, sementara Kamboja menyampaikan kesiapan untuk bernegosiasi kapan pun. Perbedaan sikap ini membuat prospek perdamaian kembali tidak menentu.
