Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump: Putin Setuju Setop Serangan ke Ukraina Selama Musim Dingin
ilustrasi perang Rusia-Ukraina (commons.wikimedia.org/Ministry of Defense of Ukraine)

Intinya sih...

  • Cuaca ekstrem dinilai jadi pertimbangan: Dalam rapat kabinet, Trump menegaskan, permintaannya kepada Putin didasarkan pada kondisi cuaca yang dinilainya sangat berbahaya. Ia menyebut suhu yang melanda Ukraina bukan sekadar dingin biasa.

  • Kremlin bungkam buat Ukraina tetap waspada: Sebelumnya pada hari yang sama, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak berkomentar ketika ditanya apakah Rusia dan Ukraina tengah membahas penghentian serangan timbal balik terhadap infrastruktur energi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Kyiv dan kota-kota lain di Ukraina selama satu pekan akibat suhu musim dingin yang sangat ekstrem.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Kamis (30/1/2026). Menurut Trump, kesepakatan tersebut dicapai setelah ia secara pribadi meminta Putin untuk menahan serangan di tengah cuaca yang membahayakan warga sipil.

Trump menyebut suhu dingin yang melanda Ukraina saat ini berada pada tingkat yang luar biasa dan mencetak rekor, sehingga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat, terutama di tengah rusaknya infrastruktur energi.

Namun hingga saat ini, Kremlin belum memberikan konfirmasi resmi atas klaim Trump tersebut. Sementara itu, serangan Rusia dilaporkan masih terjadi di sejumlah wilayah Ukraina.

1. Cuaca ekstrem dinilai jadi pertimbangan

(Ilustrasi Perang Rusia Ukraina) pixabay.com/Defence-Imagery

Dalam rapat kabinet, Trump menegaskan, permintaannya kepada Putin didasarkan pada kondisi cuaca yang dinilainya sangat berbahaya. Ia menyebut suhu yang melanda Ukraina bukan sekadar dingin biasa.

“Saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan kota-kota serta desa-desa selama satu minggu dalam kondisi ini,” kata Trump, dikutip dari Euronews, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, “Ini luar biasa. Ini bukan sekadar dingin. Ini dingin yang luar biasa, memecahkan rekor.”

Trump menyebut Putin telah menyetujui permintaan tersebut. “Dia telah menyetujui hal itu,” ujar Trump, meski pihak Rusia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim tersebut.

2. Kremlin bungkam buat Ukraina tetap waspada

ilustrasi perang Rusia dan Ukraina (freepik.com/wirestock)

Sebelumnya pada hari yang sama, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak berkomentar ketika ditanya apakah Rusia dan Ukraina tengah membahas penghentian serangan timbal balik terhadap infrastruktur energi. Rusia selama beberapa waktu terakhir terus menggempur jaringan energi Ukraina, tepat ketika suhu turun jauh di bawah titik beku dan menjelang peringatan empat tahun invasi Rusia ke negara tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pekan lalu mengatakan, lebih dari separuh rumah di Kyiv kehilangan pemanas, sementara sebagian besar kota mengalami pemadaman listrik setelah serangan Rusia. Meski ada rencana perundingan lanjutan, Zelenskyy memperingatkan Rusia masih merencanakan serangan besar dalam waktu dekat.

3. Serangan masih terjadi meskipun diplomasi terus berjalan

Ilustrasi Perang Rusia Ukraina. Shutterstock/Viacheslav Lopatin

Akhir pekan lalu, pejabat Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat menggelar putaran pertama pembicaraan trilateral di Uni Emirat Arab. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Minggu mendatang.

Zelenskyy menyampaikan apresiasinya kepada Trump atas upaya yang dilakukan. “Pasokan listrik adalah fondasi kehidupan. Kami menghargai upaya mitra kami untuk membantu melindungi nyawa,” tulis Zelenskyy dalam unggahan di platform X.

Ia menambahkan, “Tim kami membahas hal ini di Uni Emirat Arab. Kami berharap kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat dilaksanakan. Langkah-langkah deeskalasi berkontribusi pada kemajuan nyata menuju berakhirnya perang.”

Namun di tengah upaya diplomasi tersebut, Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia tetap melancarkan serangan semalam. “Pada malam 30 Januari, musuh (Rusia) meluncurkan satu rudal balistik Iskander-M dari wilayah Voronezh, serta 111 drone serang,” kata angkatan udara Ukraina dalam pernyataan resminya.

Editorial Team