Latvia Bakal Hancurkan Jalan dan Jalur Kereta Jika Rusia Menyerang

- Latvia akan mengontrol seluruh perbatasan timur
- Latvia sebut Rusia akan mencoba mempengaruhi pemilu
- Latvia akan dakwa warga yang menjadi mata-mata Rusia
Jakarta, IDN Times - Latvia sudah mengumumkan rencana komprehensif untuk menutup seluruh jalan dan jalur kereta api yang terhubung ke perbatasan Rusia. Langkah ini sebagai pengamanan jika terjadi serangan militer Rusia ke negaranya.
“Jika ancaman militer meningkat, kami mungkin akan memutus infrastruktur jalan dan jalur kereta api. Tidak ada satu pun kereta api militer dari negara agresor yang dapat melalui teritori Latvia,” tutur Menteri Pertahanan Latvia, Andris Spruds, dikutip dari United24, Rabu (28/1/2026).
Pada akhir Desember, Latvia sudah mengumumkan penyelesaian seluruh pagar di perbatasan Rusia. Pagar tersebut dibutuhkan untuk melindungi dari ancaman militer dan masuknya migran ilegal.
1. Latvia akan mengontrol seluruh perbatasan timur
Presiden Latvia, Edgars Rinkevics mengatakan bahwa Latvia akan mengupayakan penguatan kontrol perbatasan timur. Tak hanya jalur kereta api dan jalan raya, akan ada rencana besar dalam menghalangi mobilitas di perbatasan Rusia.
“Tugas utamanya untuk mengimplementasikan sejumlah kebijakan, seperti kereta api, model persiapan untuk mengatasi krisis. Setelah rencana dan sumber daya ditetapkan, kami akan melanjutkan konsultasi dengan Estonia dan Lithuania,” ungkpanya.
Pada November 2025, Latvia sudah mengumumkan rencana untuk menghancurkan jalur kereta api yang menghubungkan ke Rusia. Sementara, evaluasi akan dilakukan pada akhir tahun ini bersama dengan militer dan negara Baltik lainnya.
2. Latvia sebut Rusia akan mencoba mempengaruhi pemilu
Biro Perlindungan Konstitusi Latvia (SAB) mengungkapkan laporan tahunan sepanjang 2025. Menurutnya, Rusia kemungkinan besar tengah berupaya mempengaruhi pemilu di Latvia pada 2026.
“Dalam beberapa tahun, persepsi Moskow terhadap Barat adalah ancaman eksistensinya. Rusia percaya bahwa dia akan mulai terlibat dalam konfrontasi dengan Barat. Namun, konfrontasi ini tak hanya di Ukraina melainkan secara global dan secara ideologi,” terangnya, dilansir Ukrainska Pravda.
SAB menyebut, persepsi Rusia kepada Latvia mengarah pada pandangan kepada Ukraina sebelum perang. Meskipun saat ini tidak ada ancaman bahaya langsung, tapi ada sinyal bahaya dalam jangka panjang.
3. Latvia akan dakwa warga yang menjadi mata-mata Rusia
Badan Keamanan Latvia (VDD) sudah mengajukan dakwaan kepada Kantor Kejaksaan Latvia soal seorang warga yang diduga menjadi mata-mata Rusia. Ia diketahui mengumpulkan informasi rahasia milik negara atas perintah intelijen Rusia.
Dilansir LSM, terduga diketahui sudah melakukan spionase dan berkomunikasi menggunakan aplikasi Telegram. Aplikasi itu digunakan untuk mengirimkan laporan intelijen kepada Rusia. Kini, terduga mata-mata itu masih ditahan dan menunggu persidangan.


![[QUIZ] Tes Pengetahuan Kamu tentang ASEAN, Seberapa Cerdas Dirimu?](https://image.idntimes.com/post/20231003/negara-pendiri-asean-4c7c8478aa9fd52d4154c9fb365a796e-30f1da93e386b868a59e7b38885d334a.png)






![[QUIZ] Coba Tebak Icon ASEAN Masing-Masing Negara, Bisa Jawab Semua?](https://image.idntimes.com/post/20250530/pexels-utkarsh-malviya-2148004873-30559339-11zon-15a69b01740a401f3d954b0f22cf4499.jpg)








