Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Sebut AS Berhasil Bunuh Petinggi ISIS di Nigeria
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump mengumumkan pasukan AS dan Nigeria berhasil membunuh Abu Bilal Al Minuki, tokoh nomor dua ISIS secara global, melalui operasi militer yang kompleks di Nigeria.
  • Kerja sama antara Amerika Serikat dan Nigeria semakin diperkuat dalam upaya memberantas kelompok teroris seperti ISIS, ISWAP, dan Boko Haram yang aktif di wilayah tersebut.
  • ISWAP dan Boko Haram terus melancarkan serangan terhadap warga sipil dan militer Nigeria meski ratusan pasukan AS telah dikerahkan untuk membantu menekan aksi pemberontakan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut pasukannya berhasil membunuh salah satu petinggi organisasi Islamic State (ISIS) di Nigeria. Trump mengatakan misi tersebut berhasil dilakukan berkat kerja sama apik antara tentara AS dan tentara Nigeria.

Dalam pernyataannya pada Jumat (15/5/2026), Trump berterima kasih kepada pasukan militer Nigeria atas kerja sama mereka dalam membunuh petinggi ISIS. Menurut Trump, kerja sama ini sangat dibutuhkan untuk membasmi antek-antek teroris dari seluruh muka bumi, termasuk di Nigeria sendiri.

1. Trump memberitahu nama petinggi ISIS yang berhasil dibunuh

potret tulisan ISIS (pexels.com/Patrick)

Trump menjelaskan, petinggi ISIS yang berhasil dibunuh oleh pasukan AS dan Nigeria bernama Abu Bilal Al Minuki. Trump tidak menjelaskan jabatan apa yang diemban Al Minuki di ISIS. Namun, ia menyebut Al Minuki adalah orang terpenting nomor dua di organisasi teroris tersebut. 

“Malam ini, atas arahan saya, pasukan Amerika (Serikat) yang gagah berani dan pasukan Nigeria dengan sempurna melaksanakan misi yang direncanakan dengan cermat dan sangat kompleks untuk melenyapkan teroris paling aktif di dunia dari medan perang,” ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, seperti dilansir The Strait Times

"Abu-Bilal al-Minuki, orang kedua dalam komando ISIS secara global, mengira dia bisa bersembunyi di Afrika. Namun, dia tidak tahu bahwa kami memiliki sumber yang terus memberi tahu kami tentang apa yang dia lakukan,” lanjutnya.

2. AS sudah bekerja sama dengan Nigeria untuk membasmi teroris

ilustrasi teroris (pexels.com/Evan Velez Saxer)

Dalam beberapa bulan terakhir, AS sudah meningkatkan kerja sama dengan Nigeria untuk membasmi kelompok-kelompok teroris di Nigeria. Sebab, ada banyak organisasi teroris yang berbasis di sana. 

Dilansir laman resmi Kementerian Luar Negeri AS, setidaknya ada tiga organisasi teroris yang kerap membuat onar di Nigeria. Mereka adalah ISIS, Islamic State of West Africa Province (ISWAP), dan Boko Haram. 

Organisasi teroris yang paling sering melakukan pemberontakan di Nigeria adalah ISWAP dan Boko Haram. Mereka sering menyerang, memperkosa, dan menghancurkan rumah warga sipil di Nigeria. 

3. ISWAP dan Boko Haram juga kerap menyerang militer Nigeria

ilustrasi markas militer (pexels.com/Get Lost Mike)

Selain menyerang warga sipil, ISWAP dan Boko Haram juga kerap menyerang pasukan militer Nigeria. Pada 7 Mei lalu, misalnya, ISWAP menyerang markas militer Nigeria yang ada di Kota Magumeri, Negara Bagian Borno. Serangan tersebut menewaskan dua tentara Nigeria. Sementara itu, seorang komandan militer yang tidak disebut namanya dilaporkan mengalami luka.

AS saat ini sudah menugaskan ratusan pasukannya di Nigeria untuk membasmi ISWAP dan Boko Haram. Namun, kehadiran pasukan AS tampak belum mampu meredam seluruh aksi pemberontakan yang dilakukan kedua organisasi tersebut. Sebab, ISWAP dan Boko Haram masih kerap melakukan serangan di sejumlah wilayah di Nigeria hingga saat ini. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team