Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan gencatan senjata dalam konflik Timur Tengah kini berada di ujung tanduk setelah ia menolak proposal balasan terbaru dari Iran. Pernyataan keras Trump langsung memicu lonjakan harga minyak dunia dan memperbesar kekhawatiran terhadap krisis energi global.
Ketegangan terbaru muncul setelah Iran menyerahkan respons atas proposal Washington terkait upaya perdamaian dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran komersial. Namun, Trump menyebut jawaban Teheran sama sekali tidak bisa diterima.
Trump bahkan menggambarkan kondisi gencatan senjata yang selama lebih dari sebulan terakhir menahan eskalasi perang di kawasan Teluk berada dalam kondisi kritis.
“Gencatan senjata sekarang berada di alat penunjang hidup besar-besaran, seperti ketika dokter masuk dan berkata, ‘Tuan, orang yang Anda cintai punya peluang hidup sekitar satu persen’,” kata Trump kepada wartawan, dilansir dari France24, Selasa (12/5/2026).
Sebelumnya, Trump juga mengecam proposal Iran sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima. Trump menegaskan, Amerika Serikat akan meraih kemenangan penuh atas Iran.
Pernyataan tersebut langsung memperburuk kekhawatiran pasar global yang sebelumnya berharap kesepakatan baru bisa membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz.
