Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Ultimatum Iran Usai Dapat Tantangan: Serangannya Bisa Lebih Telak
potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (whitehouse.gov)

  • Donald Trump mengancam Iran dengan serangan lebih keras setelah Presiden Masoud Pezeshkian menolak tuntutan AS dan menyebutnya sebagai mimpi yang tak akan terwujud.
  • Konflik memanas dengan ribuan korban jiwa di Iran, Lebanon, dan Israel, sementara serangan lintas negara terus terjadi hingga memicu kekhawatiran global.
  • Iran menegaskan serangannya hanya ditujukan pada pangkalan militer AS, bukan negara tetangga, sambil mempercepat pemilihan pemimpin baru pasca tewasnya Ayatollah Khamenei.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melayangkan ultimatum kepada Iran. Dia menyatakan bakal menghantam Teheran lebih keras setelah mendapat tantangan dari Iran.

Ancaman Trump itu diucapkan setelah Iran menggambarkan tuntutan Amerika Serikat untuk penyerahan tanpa syarat sebagai "mimpi yang harus dibawa sampai mati". Pernyataan ini dilayangkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang menggelar konferensi pers pada Sabtu (7/3/2026), sambil meminta maaf kepada negara-negara tetangga setelah diserang.

Trump mengatakan di Truth Social,  janji Iran untuk menghentikan serangan adalah hasil dari hantaman tanpa henti AS dan Israel. Trump juga membingkai permintaan maaf itu sebagai tanda Teheran telah menyerah. Dia juga menyatakan, sedang mempertimbangkan penghancuran total wilayah dan kelompok baru atas perilaku buruk Iran.

"Iran bukan lagi 'Pengganggu Timur Tengah', melainkan 'pihak yang kalah di Timur Tengah'," tulisnya, dikutip dari The Independent, Minggu (8/3/2026).

1. Iran tak menyerah dan menantang balik

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Ancaman Trump justru langsung direspons Iran. Melalui Kementerian Luar Negeri, mereka menyatakan siap meladeni Trump untuk eskalasi perang yang lebih besar.

Saat ini, Israel mengklaim gelombang serangan baru telah dilancarkan ke Teheran dan Isfahan. Sementara, Iran melepaskan sejumlah rudal dari wilayah tersebut demi membalas serangan.

Tanpa tanda-tanda konflik mereda, Inggris mendorong untuk memperkuat pertahanannya, karena Kementerian Pertahanan mengatakan sedang mempersiapkan kapal induk HMS Prince of Wales sebelum kemungkinan penempatan ke Timur Tengah. Jika dikerahkan, kapal tersebut dapat bergabung dengan kapal perusak Tipe 45 HMS Dragon, yang akan dikirim untuk melindungi pangkalan militer Inggris di Siprus.

Duta Besar Iran untuk Inggris, Seyed Ali Mousavi, memperingatkan Inggris untuk sangat berhati-hati tentang keterlibatan dalam konflik yang berkembang di Timur Tengah. Mousavi mengatakan kepada BBC, Iran memiliki hak untuk membela diri jika Inggris bergabung dalam tindakan ofensif dengan Israel dan Amerika Serikat.

2. Lebih dari 1.200 orang di Iran tewas

Sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Setidaknya 1.230 orang di Iran, lebih dari 200 di Lebanon dan sekitar selusin di Israel telah tewas, menurut para pejabat di negara-negara tersebut. Sebanyak enam tentara AS juga tewas akibat konflik ini.

Terlepas dari permintaan maaf yang jarang terjadi dari Teheran, Iran meningkatkan serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS sepanjang Sabtu (7/3/2026). Iran mengklaim hanya mau menyerang pihak yang bekerja sama dengan AS di masa mendatang.

Kemarin, Iran mengklaim serangan terhadap pangkalan Amerika di Juffair, Bahrain, sementara pulau itu meminta penduduk untuk berlindung. Kementerian Pertahanan Qatar secara terpisah mengklaim "telah melenyapkan" ancaman rudal yang menargetkannya.

Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, mengatakan negaranya berada dalam masa perang dalam komentar publik pertamanya sejak permusuhan dimulai. Pertahanan udara terlibat untuk mencegat ancaman rudal pada sore hari.

Penumpang yang menunggu penerbangan di Bandara Internasional Dubai, pusat perjalanan internasional tersibuk di dunia, dibawa ke terowongan kereta api lapangan terbang yang luas setelah alarm berbunyi. Rekaman video menunjukkan, serangan drone mengenai area di dekat bandara.

Maskapai penerbangan jarak jauh Emirates kemudian melanjutkan operasinya, setelah sempat menangguhkan perjalanan ke dan dari Dubai. Pihak berwenang belum menjelaskan apakah ada pencegatan atau kerusakan di bandara. Ribuan warga Amerika masih terdampar di seluruh Timur Tengah, dengan meningkatnya kritik terhadap pemerintahan Trump atas perencanaannya.

3. Negara tetangga jangan salah paham atas serangan Iran

Para pengendara melintas di dekat kepulan asap yang dilaporkan berasal dari serangan Iran di kawasan industri Doha, Qatar pada 1 Maret 2026. (MAHMUD HAMS/AFP)

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan "operasi pertahanan" terhadap pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan itu tidak boleh diartikan sebagai permusuhan terhadap negara-negara regional. Tapi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan serangan akan terus berlanjut selama AS mempertahankan kehadiran pangkalan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk PBB mengatakan pihaknya akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela diri. Iran juga sedang mempercepat proses pemilihan pemimpin baru, setelah Ayatollah Khamenei terbunuh pada hari pertama perang. Media Iran melaporkan, Majelis Pakar yang berwenang dapat bertemu dalam waktu 24 jam untuk memilih pemimpin baru. Uniknya, Trump mau terlibat dan merasa harus memiliki suara dalam memilih penggantinya.

Editorial Team