Presiden Donald Trump mengadakan konferensi pers bersama Jaksa Agung Pam Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche di Ruang Konferensi Pers James S. Brady pada hari Jumat, 27 Juni 2025. (Molly Riley, The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Beberapa legislator bahkan menyebut penanganan dokumen ini sebagai bentuk cover-up, menuduh DOJ menyensor nama-nama tertentu yang berkaitan dengan individu berpengaruh, sementara membiarkan informasi sensitif korban tersebar luas. Tuduhan ini, menurut kritik, menunjukkan politisasi kasus yang seharusnya difokuskan pada perlindungan korban dan transparansi penuh.
Meski begitu, Bondi tetap membela tindakan DOJ dengan mengatakan proses penyensoran dilakukan berdasarkan waktu dan aturan hukum yang ada, serta bahwa kesalahan yang terjadi akan diperbaiki.
Sidang Pam Bondi di House Judiciary Committee menunjukkan betapa sensitifnya isu seputar Epstein files dan bagaimana masalah teknis redaksi dokumen bisa berubah menjadi konflik politik besar di Washington. Kritik yang tajam dari kedua belah pihak menandakan bahwa isu ini belum akan reda dalam waktu dekat, sementara para korban dan legislator terus menuntut keadilan dan transparansi yang lebih besar dari Departemen Kehakiman.