Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
UEA Buka Wilayah Udara, Penerbangan Berangsur Normal
ilustrasi bandara (unsplash.com/Ivan Shimko)
  • Otoritas UEA mencabut pembatasan terbang setelah evaluasi keamanan, memulihkan operasi penerbangan yang sempat terganggu akibat konflik AS-Israel dengan Iran.
  • Maskapai besar seperti Emirates dan Etihad telah memulihkan kapasitas operasional hingga 80 persen dan 75 persen, menandai kebangkitan sektor penerbangan di kawasan Teluk.
  • Pemulihan penerbangan bergantung pada gencatan senjata AS-Iran yang masih rapuh, sementara Donald Trump mengancam akan kembali menyerang jika Iran dianggap melanggar kesepakatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab (UEA) memulihkan operasi lalu lintas udaranya pada Sabtu (2/5/2026). Otoritas setempat mencabut aturan pembatasan terbang yang berlaku sejak awal konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Keputusan diambil setelah Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA) merampungkan evaluasi keamanan. Namun, mereka akan terus memantau situasi di tengah gencatan senjata yang rapuh.

1. Maskapai UEA mulai memulihkan kapasitas

ilustrasi bandara (unsplash.com/Weiwei)

Pembatasan penerbangan di kawasan Teluk mulai diberlakukan sejak 28 Februari lalu. Selama konflik, Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi sempat menjadi sasaran serangan drone Iran.

Perang menyebabkan gangguan masif pada rute penerbangan di seluruh kawasan Timur Tengah. Tercatat lebih dari 11 ribu jadwal penerbangan dari dan menuju wilayah tersebut terpaksa dibatalkan.

Kini, kapasitas operasional maskapai besar seperti Emirates telah pulih hingga 80 persen. Maskapai Etihad juga mencatat pemulihan aktivitas penerbangan sebesar 75 persen dari kapasitas normal.

"Kami mengapresiasi kerja sama penumpang dan maskapai selama masa pembatasan ini. Tim teknis kami juga dipastikan siap merespons setiap perkembangan terbaru," kata otoritas penerbangan UEA, dilansir The National.

2. Qatar Airways buka kembali rute ke Irak

ilustrasi pesawat. (unsplash.com/Artturi Jalli)

Tanda-tanda pemulihan penerbangan tidak hanya terlihat di UEA. Maskapai Qatar Airways juga mengumumkan rencana untuk melanjutkan rute penerbangan ke tiga kota besar di Irak.

Penerbangan penumpang menuju Baghdad, Basra, dan Erbil akan kembali beroperasi mulai 10 Mei. Sementara itu, layanan kargo menuju ibu kota Irak akan dilanjutkan pada 7 Mei.

Qatar Airways juga berencana memperluas jadwal penerbangan mereka mulai pertengahan Juni mendatang. Ekspansi ini akan mencakup lebih dari 150 destinasi yang tersebar di enam benua.

3. Trump ancam mulai kembali perang dengan Iran

Presiden AS, Donald Trump (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Pemulihan lalu lintas udara di Timur Tengah akan sangat bergantung pada gencatan senjata antara AS dan Iran. Di atas kertas, kedua pihak sedang terikat gencatan senjata dan mengupayakan negosiasi dengan perantara Pakistan.

Namun, situasi politik dan keamanan di kawasan masih belum jelas. Presiden AS Donald Trump dilaporkan sedang meninjau proposal kesepakatan baru yang diajukan oleh Teheran. Ia menyatakan, masih ada kemungkinan AS melancarkan serangan lagi jika Iran kembali berperilaku buruk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team