ilustrasi bandara (unsplash.com/Weiwei)
Pembatasan penerbangan di kawasan Teluk mulai diberlakukan sejak 28 Februari lalu. Selama konflik, Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi sempat menjadi sasaran serangan drone Iran.
Perang menyebabkan gangguan masif pada rute penerbangan di seluruh kawasan Timur Tengah. Tercatat lebih dari 11 ribu jadwal penerbangan dari dan menuju wilayah tersebut terpaksa dibatalkan.
Kini, kapasitas operasional maskapai besar seperti Emirates telah pulih hingga 80 persen. Maskapai Etihad juga mencatat pemulihan aktivitas penerbangan sebesar 75 persen dari kapasitas normal.
"Kami mengapresiasi kerja sama penumpang dan maskapai selama masa pembatasan ini. Tim teknis kami juga dipastikan siap merespons setiap perkembangan terbaru," kata otoritas penerbangan UEA, dilansir The National.