Menurut laporan Jerusalem Post pada Sabtu (2/5/2026), larangan ini diberlakukan karena situasi di Iran, Irak, dan Lebanon sedang tidak aman karena perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Terlebih, Israel kini juga masih menyerang Lebanon meski sudah ada gencatan senjata.
UEA Larang Warganya Kunjungi Iran, Irak dan Lebanon

- Pemerintah UEA resmi melarang warganya bepergian ke Iran, Irak, dan Lebanon sejak 30 April 2026 karena situasi keamanan yang memburuk akibat konflik dengan AS dan Israel.
- UEA meminta seluruh warganya yang masih berada di tiga negara tersebut segera pulang demi keselamatan, serta menyediakan bantuan melalui kedutaan besar jika dibutuhkan.
- Iran, Irak, dan Lebanon tetap menjadi pusat konflik Timur Tengah, sementara Israel masih menyerang Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diperpanjang hingga tiga pekan.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah melarang warganya untuk berpergian ke Iran, Irak, dan Lebanon. Larangan tersebut resmi diterapkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) UEA sejak Kamis (30/4/2026) lalu.
“(Kami membuat) larangan bagi warga negara UEA untuk bepergian ke Republik Islam Iran, Republik Lebanon, dan Republik Irak,” demikian bunyi pernyataan resmi Kemlu UEA.
1. UEA juga meminta semua warganya untuk pergi dari Iran, Irak, dan Lebanon

Selain itu, UEA juga meminta semua warganya yang masih berada di Iran, Irak, dan Lebanon untuk segera pergi. Ini bertujuan untuk menghindari serangan lanjutan dari AS dan Israel. Sebab, serangan masih bisa terjadi kapan saja meski kini sudah ada gencatan senjata.
“Kepada warga negara yang saat ini berada di negara-negara tersebut diharapkan untuk segera pergi dan kembali ke UEA secepatnya,” lanjut pernyataan Kemlu UEA dilansir Anadolu Agency.
UEA menegaskan akan selalu membantu semua warganya yang ada di Iran, Irak, dan Lebanon agar dalam keadaan aman. UEA juga mengimbau kepada semua warganya yang ada di tiga negara tadi untuk segera melapor atau pergi ke kantor kedutaan besar mereka jika membutuhkan bantuan yang mendesak.
2. Iran, Irak, dan Lebanon masih jadi pusat konflik di Timur Tengah

Sebagai informasi, Iran, Irak, dan Lebanon kini masih menjadi pusat konflik di Kawasan Timur Tengah. Irak dan Lebanon sendiri terlibat konflik di Timur Tengah karena milisi mereka membantu Iran untuk melawan AS dan Israel.
Sebetulnya, serangan AS dan Israel ke Iran kini sudah mereda. Namun, Israel masih melakukan serangan ke Lebanon untuk membasmi Hizbullah yang telah membantu Iran melawan mereka.
Semua serangan tersebut kerap dilakukan ke wilayah Lebanon selatan. Sebab, Hizbullah dikabarkan bermarkas di wilayah tersebut.
3. Serangan Israel ke Lebanon dilakukan di tengah gencatan senjata

Semua serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata. Sebab, Israel dan Lebanon sudah menyepakati gencatan senjata pada 16 April lalu.
Saat ini, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon juga sudah diperpanjang selama tiga pekan. Kesepakatan tersebut diraih usai delegasi Israel dan Lebanon menggelar pertemuan di Washington DC pada Kamis (23/4/2026) waktu AS atau Jumat (24/4/2026) waktu Indonesia pekan lalu. Awalnya, gencatan senjata ini akan berakhir pada Rabu (22/4/2026).
Namun, Israel menyebut bahwa gencatan senjata ini tidak berlaku di Lebanon selatan. Oleh karena itu, mereka hingga kini masih meluncurkan serangan ke wilayah tersebut.


















