Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ukraina Bantah Tuduhan Iran Bantu Operasi Militer AS
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)
  • Ukraina membantah tuduhan Iran yang menuding keterlibatan dalam operasi militer AS dan Israel, menyebut pernyataan Teheran sebagai kebohongan besar tanpa dasar.
  • Iran melaporkan Ukraina ke PBB karena diduga mengirim pakar drone ke Timur Tengah, dianggap sebagai dukungan terhadap serangan terhadap Iran.
  • Kementerian Luar Negeri Ukraina memprotes setelah misil Iran jatuh dekat Kedubes di Tel Aviv, menilai tindakan itu ancaman bagi keamanan kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhiy Tykhy, membantah tuduhan dari Iran soal keterlibatan dalam aksi militer di Timur Tengah. Menurutnya, pernyataan Teheran tersebut adalah kebohongan besar. 

“Iran tidak memiliki dasar apapun untuk menuduh Ukraina setelah menyuplai drone ke Rusia untuk menyerang kota di Ukraina. Rezim Iran sudah mendukung pembunuhan warga Ukraina selama bertahun-tahun,” ungkapnya, dikutip dari TVP World, Kamis (2/4/2026)

Sebulan terakhir, hubungan Ukraina dan Iran terus memanas. Iran bahkan menyebut bahwa Ukraina layak menjadi target serangannya karena membantu Israel. 

1. Iran kirimkan surat ke PBB soal keterlibatan Ukraina

Duta Besar Iran di PBB, Amir Saeid Iravani mengirimkan surat aduan ke Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB. Teheran menuding Ukraina mendukung agresi millter Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. 

Dilansir Ukrinform, Iran memprotes pengiriman pakar drone dari Ukraina ke negara-negara Timur Tengah. Iran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk dukungan Ukraina atas serangan di negaranya. 

2. Sebut sistem pengadang drone Ukraina di Timur Tengah berhasil

Pada saat yang sama, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan kerja sama keamanan lanjutan dengan negara-negara Timur Tengah. Ia menyebut, pengiriman senjata anti-drone sudah mulai menunjukkan hasil. 

“Kami terus melanjutkan kerja sama dengan negara Timur Tengah. Pengiriman pakar drone kami sudah menunjukkan hasil. Kami sudah melihat adanya kerja sama jangka panjang dan mempersiapkan keputusan baru,” ungkapnya. 

3. Ukraina protes misil Iran mendarat di dekat Kedubes di Tel Aviv

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha menyebut bahwa misil Iran sudah mendarat hanya 30 meter dari Kantor Kedutaan Besar Ukraina di Tel-Aviv. Diketahui tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. 

“Pada pagi ini, sebagian dari misil Iran sudah jatuh sekitar 30 meter dari Kantor Kedubes Ukraina di Israel. Insiden ini sekali lagi membuktikan bahwa rezim Iran mengancam semua orang di kawasan. Ini jelas tidak menghormati Konvensi Wina dan norma dasar kehidupan manusia,” ujarnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team