Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ukraina Desak India Bebaskan 6 Warganya yang Dituduh Teroris
Bendera India. (unsplash.com/aboodi_vm)
  • Ukraina mendesak India membebaskan enam warganya yang ditangkap karena dugaan penyelundupan senjata, sambil menegaskan tidak ada bukti keterlibatan mereka dalam aktivitas ilegal.
  • Kementerian Luar Negeri Ukraina terus berkomunikasi dengan otoritas India dan keluarga para tahanan, serta meminta akses konsuler untuk memberikan bantuan hukum.
  • India menahan tujuh warga asing atas tuduhan terorisme dan memperkuat keamanan dengan membangun pagar sepanjang 1.643 km di perbatasan Myanmar guna mencegah konflik lintas batas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ukraina mendesak India untuk membebaskan enam warganya yang ditangkap. Keenam warga Ukraina itu ditangkap usai diduga hendak melintasi perbatasan Myanmar untuk menyelundupkan persenjataan. 

“Tidak ada fakta yang membuktikan bahwa warga negara kami terlibat dalam aktivitas ilegal di India ataupun Myanmar,” ungkap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ukraina, dikutip dari Kyiv Post, Rabu (18/3/2026).

Dengan ini, Ukraina meminta akses konsulat untuk menemui warganya di India. Kiev berusaha untuk memberikan layanan hukum untuk membebaskan keenam warganya di India. 

1. Ukraina masih terus berkomunikasi dengan India

Duta Besar Ukraina di India, Oleksandr Polishchuk sudah bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri India, Sibi George. Ia sudah menyatakan penolakan terhadap penangkapan keenam warga negara Ukraina. 

Dilansir Ukrinform, Kemlu Ukraina memastikan bahwa misi diplomatik Ukraina akan tetap berkomunikasi dengan keluarga keenam warga yang ditangkap. Selain itu, memastikan bahwa situasi ini sudah berada di bawah kendali. 

Kiev memperingatkan kepada warganya untuk tidak masuk ke area terlarang yang hanya dapat dimasuki lewat izin khusus. Namun, menurutnya, area terlarang di India tidak dilengkapi dengan tanda yang jelas. 

2. Dituding mendukung kelompok bersenjata di India

Penangkapan keenam warga Ukraina dan seorang warga Amerika Serikat (AS) ini berlangsung pekan lalu. Ketujuh orang tersebut diduga datang ke Myanmar untuk melatih kelompok bersenjata anti-junta militer sekaligus menyelundupkan drone dari Eropa ke Myanmar lewat India. 

Pengadilan New Delhi sudah memerintahkan ketujuh terduga pelaku untuk berada dalam sel tahanan hingga 27 Maret atas gugatan terorisme di India. Lanjutan penahanan ini sebagai bagian dari berlangsungnya investigasi. 

Dilansir TVP World, ketujuh orang tersebut juga dituding membantu menyuplai persenjataan kelompok bersenjata di India. Alhasil, India menuding ketujuh warga asing tersebut ikut berkontribusi pada perusakan keamanan nasional India. 

3. India dirikan pagar di perbatasan Myanmar

India selama ini terdampak instabilitas dan konflik internal di Myanmar yang tak kunjung berakhir. Untuk mencegah merembetnya konflik, India sedang membangun pagar sepanjang 1.643 km di perbatasan Myanmar. 

India sudah mengungkapkan kekhawatiran soal instabilitas di sepanjang perbatasan Myanmar, terutama di Mizoram. Kawasan perbatasan India-Myanmar itu dikenal berbahaya dan kerap digunakan pengungsi untuk melarikan diri dari Myanmar. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team