Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Ancam Serang Ukraina Imbas Bantuan Drone ke Negara Teluk

Iran Ancam Serang Ukraina Imbas Bantuan Drone ke Negara Teluk
tentara Ukraina memegang drone Punisher (Maxim Subotin, CC0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Iran mengancam akan menyerang Ukraina setelah Kiev memberi bantuan teknologi anti-drone kepada Israel, AS, dan negara Teluk, dengan alasan hak pembelaan diri berdasarkan Piagam PBB.
  • Ukraina mengirim pakar militer ke wilayah Teluk untuk membantu 11 negara menghadapi drone Iran, berbekal pengalaman sukses menjatuhkan ribuan drone selama perang melawan Rusia.
  • Pemerintah Ukraina menolak ancaman Iran dan menyebutnya tidak masuk akal, menegaskan komitmen tetap mendukung sekutu termasuk Israel meski hubungan dengan Teheran makin tegang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengancam akan menjadikan Ukraina sebagai target serangan militer yang sah. Ancaman ini muncul pada Sabtu (14/3/2026), setelah Kiev memberikan bantuan teknologi anti-drone kepada Israel, Amerika Serikat (AS), dan sejumlah negara Teluk.

Hubungan kedua negara semakin memburuk di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Pejabat Iran menjustifikasi ancamannya dengan mengutip piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

1. Iran klaim hak untuk membela diri

ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/sina drakhshani)
ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/sina drakhshani)

Kepala Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa Ukraina telah terlibat dalam perang di Timur Tengah. Ia menuduh Kiev telah memberi dukungan drone kepada Israel dan sekutunya.

"Dengan memberikan dukungan drone kepada rezim Israel, Ukraina yang gagal telah secara efektif terlibat dalam perang," ujar Azizi, dilansir The Hill.

Ia juga menggunakan hukum internasional untuk membenarkan ancaman serangan tersebut. Azizi merujuk pada Pasal 51 Piagam PBB mengenai hak pembelaan diri sebagai dasar menjadikan seluruh wilayah Ukraina sebagai target militer.

Di sisi lain, Perwakilan Iran di Kiev, Shahriar Amouzegar, justru meremehkan bantuan militer Ukraina tersebut. Ia menganggap tindakan Ukraina di Timur Tengah hanyalah sebuah lelucon dan gestur pamer semata.

2. Total 11 negara Timur Tengah telah meminta bantuan Ukraina

bendera Ukraina. (unsplash.com/Richard Bell)
bendera Ukraina. (unsplash.com/Richard Bell)

Ukraina memang telah menawarkan keahliannya dalam menjatuhkan drone jenis Shahed buatan Iran. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi pengiriman pakar militer ke wilayah Teluk untuk membantu sekutu.

Keahlian ini didapat Ukraina dari pengalaman mereka bertahan dari invasi Rusia selama empat tahun terakhir. Sepanjang Februari saja, drone pencegat Ukraina berhasil menjatuhkan lebih dari 1.500 pesawat tak berawak musuh.

Panglima Militer Ukraina, Oleksandr Syrskyi, mengeklaim tingkat kesuksesan yang tinggi di sekitar ibu kota. Sekitar 70 persen drone Shahed yang menargetkan Kiev pada bulan Februari berhasil dihancurkan oleh pencegat domestik.

Pencapaian tersebut membuat banyak negara tertarik menggunakan teknologi militer Ukraina. Sedikitnya 11 negara di kawasan Timur Tengah telah meminta bantuan Kiev untuk melawan serangan udara Iran.

3. Ukraina sebut ancaman Iran sangat absurd

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)

Pemerintah Ukraina tidak gentar menghadapi ancaman serangan yang dilontarkan oleh para pejabat Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Georgiy Tykhyi, menyebut klaim Iran tersebut sangat absurd.

Tykhyi bahkan menyindir penggunaan hukum internasional oleh pihak Teheran. Ia mengibaratkan ancaman tersebut seperti mendengar seorang pembunuh berantai yang membenarkan kejahatannya dengan mengutip kitab undang-undang hukum pidana.

Duta Besar Ukraina untuk Israel, Yevgen Korniychuk, juga mengabaikan ancaman tersebut dan menyoroti peran Iran dalam perang. Ia menilai hubungan kedua negara memang telah memburuk sejak Iran memasok drone dan teknologi militer ke Rusia.

"Kami tidak takut dengan ancaman dari Iran ini dan kami siap mendukung mitra kami sebanyak yang diperlukan, termasuk Israel," ungkap Korniychuk, dilansir The New Arab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More