Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)

Intinya sih...

  • Zelenskyy sebut isu perang di Ukraina tidak bisa diabaikan. Perang di Ukraina harus diselesaikan, meskipun ada isu di Iran dan Greenland.

  • Ukraina tidak akan kirim tentara ke Greenland. Zelenskyy khawatirkan upaya distraksi dalam perang skala besar ini, fokus pada menahan serangan Rusia.

  • Denmark bantu Ukraina untuk mengamankan pasokan energi. Bantuan senilai 22 juta dolar AS untuk pembenahan fasilitas energi dan pengiriman peralatan pembangkit listrik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengkritik sekutu di Eropa yang kurang dalam mendukung negaranya untuk berdamai dengan Rusia. Ia menyerukan agar tidak ada perpecahan di Eropa. 

“Setahun lalu di Davos, saya mengakhiri pidato agar Eropa mengetahui cara untuk mempertahankan diri. Eropa harus dapat menjadi kekuatan global, sayangnya Eropa masih menghadapi perpecahan,” tuturnya, dikutip dari The Moscow Times, Kamis (22/1/2026).

Sebulan terakhir, Ukraina dihadapkan pada krisis energi imbas serangan Rusia yang menyasar fasilitas energi. Alhasil, Kiev sudah menetapkan darurat energi nasional untuk mengatasi krisis energi. 

1. Zelenskyy sebut isu perang di Ukraina tidak bisa diabaikan

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, Public domain, via Wikimedia Commons)

Zelenskyy menyebut bahwa isu soal perang di Ukraina tidak bisa diabaikan. Meskipun munculnya isu di Iran dan Greenland yang menjadi fokus utama dalam beberapa pekan terakhir. 

“Dapat dipahami bahwa di Davos, terdapat perbedaan pertanyaan dan tantangan. Namun, jika Anda lupa soal perang, maka Anda tidak akan menyelesaikan masalah. Tentu ada isu di Iran dan Greenland yang akan dibahas. Namun, harus diingat bahwa ada perang yang sebenarnya di Eropa yang lebih lama dibanding Perang Dunia II dan kami harus menghentikan Presiden Rusia, Vladimir Putin,” ujarnya, dilansir Ukrinform.

Sementara itu, Zelenskyy mengaku sudah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) soal jaminan keamanan. Namun, AS belum menandatangani persetujuan soal jaminan keamanan tersebut. 

2. Ukraina tidak akan kirim tentara ke Greenland

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan Presiden AS, Donald Trump. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Zelenskyy mengatakan, Ukraina tidak akan mengirimkan tentara ke Greenland untuk latihan perang ataupun pengamanan. Menurutnya, negaranya masih berfokus pada menahan serangan Rusia. 

“Saya mengkhawatirkan segala upaya distraksi dalam perang skala besar ini. Isu Ukraina dan Greenland tidak dapat disamakan. Ukraina menghadapi negara agresor dan telah menjadi korban,” ujarnya, dilansir United24.

Meskipun demikian, Zelenskyy menyatakan akan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Denmark atas Greenland. Ia menilai, cara untuk mengakhiri ini adalah dengan menekan Rusia dan berfokus ke Ukraina. 

3. Denmark bantu Ukraina untuk mengamankan pasokan energi

Bendera Denmark (unsplash.com/Mark König)

Pada saat yang sama, Denmark mengumumkan untuk menambah bantuan untuk mendukung sektor energi Ukraina. Bantuan yang akan diberikan mencapai 22 juta dolar AS (Rp370 miliar) untuk pembenahan fasilitas energi. 

Selain itu, Denmark akan mengirimkan peralatan dari pembangkit listrik Assens ke Ukraina. Peralatan tersebut akan sangat berguna bagi Ukraina untuk memodernisasi komponen infrastruktur energi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team