Tarif Trump ke Eropa Dibatalkan Usai Kesepakatan Awal Greenland

- Trump membatalkan tarif ke Eropa setelah kesepakatan awal terkait Greenland.
- Sebelumnya, tarif hingga 25% direncanakan mulai Februari dan dapat naik hingga 25% pada Juni.
- Trump mengungkap isi kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland.
Jakarta, IDN Times — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap sejumlah negara Eropa setelah tercapai kerangka kesepakatan awal terkait Greenland. Pembatalan tarif itu diumumkan Trump pada Kamis (22/1/2026) melalui unggahan di Truth Social, usai pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Trump sebelumnya berencana memberlakukan tarif sebagai bagian dari tekanan terhadap negara-negara Eropa yang dinilai menghambat upaya AS dalam mencapai kesepakatan terkait Greenland. Kebijakan tersebut sempat mengguncang pasar dan memicu respons keras dari Uni Eropa.
1. Trump umumkan pembatalan tarif ke Eropa

Trump menyatakan bahwa tarif yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari tidak jadi diterapkan setelah tercapai “kerangka kesepakatan masa depan” dengan NATO. Ia menilai kesepakatan itu berpotensi menguntungkan Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO.
“Solusi ini, jika terealisasi, akan menjadi solusi yang hebat bagi Amerika Serikat dan seluruh negara NATO. Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari,” tulis Trump dalam unggahan Truth Social, Kamis (22/1/2026).
Keputusan tersebut menandai perubahan sikap Trump yang sebelumnya menyatakan akan tetap melanjutkan tarif terhadap Eropa jika tidak ada kesepakatan terkait Greenland.
2. Tarif sempat direncanakan hingga 25 persen

Sebelum pembatalan, Trump mengatakan AS akan menerapkan tarif sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa yang dianggap menghalangi rencana AS terkait Greenland. Tarif tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari dan akan naik hingga 25 persen pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan.
Tarif tersebut direncanakan berlaku untuk “setiap dan seluruh barang yang dikirim ke” AS. Ancaman itu memicu ketegangan dagang baru antara Washington dan Brussel, meskipun hubungan dagang kedua pihak baru saja dipulihkan beberapa bulan sebelumnya.
Parlemen Eropa merespons dengan menunda proses ratifikasi perjanjian dagang dengan AS. Sejumlah ibu kota negara Uni Eropa juga mulai membahas rencana tarif balasan terhadap produk Amerika senilai hingga 108 miliar dolar AS.
3. Pernyataan Trump soal Greenland dan negosiasi

Saat menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss, Trump menegaskan keinginannya untuk melakukan “negosiasi segera” terkait Greenland. Dalam pidatonya, ia juga menyatakan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk memperoleh wilayah otonom Denmark tersebut.
“Kalian bisa mengatakan ya, dan kami akan sangat menghargainya, atau kalian bisa mengatakan tidak, dan kami akan mengingatnya,” ujar Trump, dilansir Yahoo Finance.
Trump menyebut pencarian kesepakatan terkait Greenland tidak akan memaksa Uni Eropa untuk membatalkan perjanjian dagang atau investasi yang telah dijanjikan kepada AS.
4. Isi kerangka kesepakatan Greenland

Trump mengungkapkan sejumlah detail awal dari apa yang ia sebut sebagai “kerangka” kesepakatan masa depan terkait Greenland. Menurutnya, kesepakatan tersebut dapat mencakup keterlibatan kedua pihak dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Mereka akan terlibat dalam hak mineral dan kami juga,” ujar Trump, dikutip CNBC International.
Ia juga menyatakan bahwa Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan utusan khusus Steve Witkoff akan memimpin putaran negosiasi lanjutan. Trump menyebut kesepakatan tersebut berpotensi berlaku “selamanya,” meski belum ada rincian resmi yang diumumkan.
5. Dampak politik dan hukum di AS

Di tengah dinamika kebijakan tarif tersebut, Mahkamah Agung Amerika Serikat hingga kini belum mengeluarkan putusan terkait implikasi dan legalitas tarif global yang diberlakukan Trump terhadap mitra dagang. Tiga kesempatan pertama pengadilan tertinggi AS untuk mengeluarkan putusan pada tahun ini telah berlalu tanpa keputusan.
Belum ada kepastian kapan Mahkamah Agung akan mengambil sikap terkait kebijakan tarif tersebut, yang menjadi bagian penting dari strategi perdagangan Trump dalam periode keduanya sebagai presiden.
Trump menutup pengumumannya dengan menyebut bahwa informasi lanjutan mengenai kesepakatan Greenland akan disampaikan seiring berjalannya proses negosiasi. Ia juga memuji kinerja Mark Rutte sebagai Sekretaris Jenderal NATO serta peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota aliansi tersebut.


















