Jakarta, IDN Times - Upacara penghormatan digelar secara khidmat di Beirut untuk mengenang Kopral Rico Pramudia, penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur setelah mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di pangkalannya bulan lalu. Upacara ini menjadi momen duka sekaligus penghormatan atas pengabdian prajurit yang bertugas jauh dari Tanah Air.
Kopral Rico, 31 tahun, merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia menjadi penjaga perdamaian Indonesia keempat yang gugur dalam kurun waktu kurang dari satu bulan di wilayah Lebanon selatan.
Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, memimpin langsung upacara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengenang dedikasi dan pengorbanan almarhum selama menjalankan tugas menjaga perdamaian.
“Anda datang ke sini, jauh dari rumah, untuk mengabdi di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, membawa perdamaian ke tanah ini, dan di sini, di selatan Lebanon, Anda telah memberikan segalanya,” ujar Abagnara, dalam pernyataan pers UNIFIL yang diterima IDN Times, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, “Anda memberikan seluruh yang Anda miliki untuk perdamaian di tanah ini. Untuk itu, Anda mendapatkan seluruh penghormatan kami.”
