Annalena Baerbock dalam sorotan kampanye pemilu Düsseldorf, 24 September 2021 (Bündnis 90/Die Grünen Nordrhein-Westfalen, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
Presiden Majelis Umum PBB, Annalena Baerbock, memperingatkan agar komunitas internasional tidak bersikap lunak terhadap perlakuan Taliban terhadap perempuan dan anak perempuan. Ia menegaskan bahwa menurunkan standar hak asasi manusia tidak akan pernah menghasilkan perbaikan.
Berbicara di Dewan HAM PBB, Baerbock mengkritik argumen yang menyebut “Kandahar berbeda dan mungkin Kabul lebih moderat,” karena menurutnya cara pandang semacam itu kerap melahirkan kompromi berbahaya. “Jika perempuan tidak aman, tidak seorang pun akan aman,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perdebatan di internal PBB dan berbagai ibu kota dunia soal kelanjutan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan, sementara Taliban melarang perempuan bekerja (termasuk di lembaga PBB) dan melarang anak perempuan bersekolah. Baerbock mengakui dalam beberapa diskusi, perlindungan hak perempuan sempat dikesampingkan demi menjaga akses distribusi bantuan. Keputusan tersebut ia sebut sebagai perdebatan dan pilihan yang sulit, dengan harapan saat itu bahwa suara yang lebih moderat di tubuh Taliban mungkin akan menguat.
Baerbock mengingatkan bahwa sistem yang menindas jarang runtuh secara tiba-tiba, melainkan terkikis perlahan lewat aturan demi aturan dan komitmen yang melemah. Ia menyebut situasi perempuan di Afghanistan sebagai bentuk “apartheid gender,” istilah yang kini makin sering digunakan kelompok HAM.
Sejak kembali berkuasa pada 2021, Taliban melarang pendidikan menengah bagi anak perempuan, menutup universitas untuk perempuan, serta membatasi pekerjaan, mobilitas, dan partisipasi publik perempuan secara luas.
Dalam pidatonya yang ia sebut sebagai “seruan untuk bertindak,” Baerbock mendesak pemerintah dan lembaga internasional agar tidak menormalisasi pelanggaran HAM struktural tersebut. “Hak perempuan adalah tolok ukur kondisi suatu masyarakat. Jika setengah populasi dunia tidak aman, maka tak seorang pun benar-benar aman,” tegasnya.