Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Pemerintah Venezuela serukan pendukungnya turun ke jalan menyusul serangan militer AS

  • Presiden Maduro memerintahkan rencana pertahanan nasional diimplementasikan dan menyatakan keadaan darurat eksternal

  • Amerika Serikat menyerang Venezuela, menargetkan situs sipil dan militer di beberapa kota

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Venezuela menyerukan para pendukungnya untuk turun ke jalan menyusul serangan militer AS pada Sabtu (3/1/2026) pagi.

"Rakyat turun ke jalan!" bunyi pernyataan itu.

"Pemerintah Bolivarian menyerukan kepada semua kekuatan sosial dan politik di negara ini untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan menolak serangan imperialis ini,” kata mereka.

Pernyataan itu menyebut Presiden Nicolás Maduro telah memerintahkan semua rencana pertahanan nasional untuk diimplementasikan dan menyatakan keadaan darurat eksternal.

Keadaan darurat itu memberinya kekuasaan untuk menangguhkan hak-hak rakyat dan memperluas peran angkatan bersenjata.

Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela. Para pejabat AS mengkonfirmasi Presiden Donald Trump telah memerintahkan serangan di Venezuela tidak lama setelah laporan mulai muncul tentang ledakan dan pesawat terbang rendah di ibu kota negara itu.

Venezuela mengatakan, serangan itu menargetkan situs sipil dan militer di kota Caracas dan negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Pemerintah berjanji untuk membela diri terhadap serangan yang tampak tersebut, dan menuduh AS berupaya melakukan perubahan rezim.

Editorial Team