Presiden terpilih Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. resmi menjabat sebagai presiden Filipina ke-17 setelah menjalani upacara pelantikan. Prosesi pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Alexander Gesmundo dan dihadiri oleh istrinya, Liza, bersama ketiga putra mereka. (Rey Baniquet for Presidential Communications Operations Office, Public domain, via Wikimedia Commons)
Muncul pula tuduhan yang kembali menyoroti pernyataan Duterte dalam konferensi pers daring November 2024, ketika ia mengaku akan menyewa pembunuh bayaran untuk menargetkan Presiden Marcos Jr., istrinya, serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) apabila dirinya sendiri sampai dibunuh di tengah perseteruan politik yang terjadi.
Gugatan tersebut menyebut bahwa wakil presiden, berulang kali bertindak dengan cara yang merongrong fondasi konstitusi, dan perilakunya dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan serius, pembangkangan terbuka terhadap batasan konstitusional, serta pengkhianatan berkelanjutan terhadap kepercayaan rakyat.
Sara Duterte yang kini berusia 47 tahun, berprofesi sebagai advokat dan pernah menjabat wali kota, saat ini dipandang luas sebagai figur paling kuat dalam bursa calon presiden pada pemilu 2028.
Ia merupakan putri eks Presiden Rodrigo Duterte yang memimpin kampanye anti-narkoba berdarah sepanjang 2016-2022 dan saat ini ditahan di Belanda oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan sejak tahun lalu.
Marcos Jr. juga menghadapi tekanan politik karena harus berhadapan dengan dua gugatan pemakzulan di DPR yang masih dikuasai para pendukungnya.
Tuduhan terhadap Marcos Jr. menyebut dirinya lalai menggunakan hak veto atas alokasi anggaran proyek infrastruktur yang diduga menjadi jalur penyaluran suap bagi dirinya serta anggota parlemen sekutu. Pihak pemerintah telah berkali-kali menepis tuduhan tersebut dengan tegas.
Duterte pun menegaskan bahwa Marcos Jr. seharusnya diperiksa dan dipenjara karena menyetujui alokasi anggaran mencurigakan dalam APBN tahun lalu untuk proyek pengendalian banjir, yang menurutnya menguntungkan legislator berpengaruh, termasuk sekutu dekatnya, melalui praktik suap.