Jakarta, IDN Times - Warga Palestina di Israel berpartisipasi dalam pemogokan umum untuk memprotes meningkatnya kekerasan dan kejahatan terorganisir di komunitas mereka. Mereka menuduh kepolisian Israel gagal melindungi masyarakat Palestina, bahkan diduga terlibat dalam kejahatan tersebut.
Dilansir dari Anadolu, toko-toko, sekolah, dan lembaga publik di seluruh kota-kota Palestina di Israel tutup pada Kamis (22/1/2026). Pemogokan selama 1 hari ini diserukan oleh Komite Tindak Lanjut Tinggi untuk Warga Arab Israel dan Komite Nasional Otoritas Lokal Arab.
“Kami ingin hidup, kami ingin melangkah maju bersama anak-anak kami, dengan tanah kami, rumah kami, negara kami, dan rakyat kami,” kata Komite Tindak Lanjut Tinggi untuk Warga Arab Israel dalam pernyataannya.
