ilustrasi bendera iran (pexels.com/aboodi vesakaran)
Di sisi lain, pemerintah China mempercepat proses evakuasi demi melindungi keselamatan warganya. Warga yang masih berada di Iran diminta keluar melalui empat jalur darat menuju Azerbaijan, Armenia, Turki, atau Irak, dan lebih dari 3 ribu orang telah berhasil meninggalkan negara itu. Sementara itu, warga China di Israel dianjurkan berpindah ke lokasi yang lebih aman atau keluar lewat perbatasan Taba menuju Mesir.
Sejak pekan lalu, otoritas China sudah melarang perjalanan ke Iran karena kondisi keamanan yang memburuk. Kini imbauan tersebut diperluas ke seluruh kawasan setelah muncul laporan mengenai warga yang terluka maupun terlantar. Konflik yang berlangsung turut menyebabkan jadwal penerbangan di Timur Tengah terganggu.
Pengawal Revolusi Iran menyatakan kesiapan melancarkan operasi paling ganas sepanjang sejarah terhadap Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Wilayah-wilayah tersebut sebelumnya telah mengalami kerusakan berat akibat serangan Iran.
Meski ketegangan meningkat, jalur komunikasi antara China dan AS tetap berjalan. Mao Ning menyampaikan kedua negara masih menjaga komunikasi terkait interaksi antara pemimpin masing-masing menjelang kunjungan Presiden ASDonald Trump ke China yang dijadwalkan pada 31 Maret hingga 2 April 2026, yang menjadi lawatan pertama Trump ke China pada periode jabatan keduanya.