Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WHO: Hantavirus Tak Akan Jadi Wabah, Tapi Wajib Waspada
potret Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (commons.wikimedia.org/MONUSCO Photos)
  • WHO menegaskan Hantavirus kecil kemungkinan menjadi wabah global, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi penularan lanjutan di kapal pesiar MV Hondius.
  • Hantavirus berasal dari kotoran dan urine tikus yang terkontaminasi, menyebabkan gejala mirip flu hingga gangguan pernapasan berat yang bisa berujung fatal.
  • Kapal MV Hondius tiba di Tenerife dengan 9 penumpang positif Hantavirus dan 2 masih menunggu hasil tes, sementara 120 penumpang sehat telah dipulangkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Hantavirus kemungkinan besar tidak akan menjadi wabah. Sebab, sejauh ini, tidak ada indikasi bahwa kasus infeksi Hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius beberapa waktu lalu akan menyebar lebih luas.  

Kendati begitu, dalam konferensi pers yang dihelat pada Selasa (12/5/2026), Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengimbau semua masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, infeksi tambahan di antara para penumpang kapal MV Hondius tetap mungkin terjadi di kemudian hari. 

1. Hantavirus disebarkan melalui kotoran tikus

potret tikus (pexels.com/Jimmyk photos)

Sebagai informasi, Hantavirus merupakan salah satu virus yang bisa menyebabkan infeksi paru-paru akut. Menurut WHO, virus ini disebarkan melalui air kencing dan feses tikus yang sudah terkontaminasi.  Kotoran tikus tadi terkadang hinggap di benda-benda atau di makanan yang dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, manusia bisa ikut terinfeksi jika memegang benda atau memakan makanan yang sudah terkontaminasi Hantavirus.

Orang yang terinfeksi Hantavirus akan mengalami sejumlah gejala yang mirip flu biasa. Beberapa di antaranya, seperti sakit badan, demam, meriang, dan pusing. Jika sudah parah, penderita juga akan mulai mengalami sesak napas akut bahkan sampai kematian.  

2. Kasus Hantavirus pertama kali muncul pada awal April

potret Hantavirus (commons.wikimedia.org/CDC)

Kasus infeksi Hantavirus pertama kali muncul pada 11 April lalu. Saat itu, sepasang suami istri (pasutri) asal Belanda dilaporkan tewas saat sedang melakukan perjalanan di atas kapal pesiar MV Hondius. Kapal itu dikabarkan berangkat dari Ushuaia, Argentina, dengan tujuan akhir di Tanjung Verde. 

Jenazah pasutri tadi lantas diturunkan di Pulau Saint Helena, Inggris, pada 24 April untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.  Usai dilakukan pengecekan, penyelidik mengonfirmasi bahwa keduanya tewas akibat terinfeksi Hantavirus.

Pada 3 Mei lalu, WHO mengabarkan bahwa tiga penumpang lainnya yang berada di kapal MV Hondius juga tewas karena infeksi Hantavirus. Kala itu, peristiwa ini sempat membuat geger. Sebab, masyarakat dunia khawatir virus itu bakal jadi wabah seperti COVID-19.

3. Kapal pesiar MV Hondius sampai di Pulau Tenerife Spanyol pekan lalu

potret kapal pesiar MV Hondius (commons.wikimedia.org/Fdesroches)

Usai melakukan perjalanan panjang, kapal MV Hondius akhirnya berlabuh di Pelabuhan Granadilla, Pulau Tenerife, Spanyol, pada Minggu (10/5/2026) pekan lalu. Seluruh penumpang yang ada di dalamnya pun langsung dievakuasi.  

Tedros menambahkan, ada sekitar 11 penumpang yang mengalami gejala infeksi Hantavirus. Dari jumlah tersebut, ada 9 penumpang yang dinyatakan positif terinfeksi Hantavirus, sedangkan 2 di antaranya masih menunggu hasil tes.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan, 9 penumpang yang terinfeksi Hantavirus dan 2 lainnya yang dicurigai mengalami infeksi yang sama kini sudah diisolasi. Isolasi dilakukan di bawah pengawasan petugas medis. Sementara itu, 120 penumpang yang tidak terinfeksi dan tidak mengalami gejala apa pun sudah dipulangkan ke negara asalnya masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team