Rasa tidak semangat dalam beraktivitas dirasa menurunkan performa dan berat untuk menjalankan produktivitas. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah mendistraksi diri dengan berselancar di media sosial secara berlebihan.
Di samping rasa semangat, ada rasa latah yang menghampiri, maklumlah sekarang apa-apa diunggah di media sosial, jadi kalau gak melihat medsos seperti ada yang kurang. Akibatnya, kerapkali ketakutan akan ketinggalan tren atau FOMO atau fear of missing out.
Namun, distraksi ini menyebabkan kita kadang meninggalkan tugas utama dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi media untuk ingin menjauh dari rasa jenuh, bahkan denial dari perasaan terpuruk.
Ingin menghindar dari rasa pening akibat revisi skripsi yang gak ada abis-abisnya, lingkungan kerja toxic, karier yang bertentangan dengan kemauan keluarga, bahkan melakukan silent treatment dengan pasangan.
Memperlihatkan pencapaian atas diri sendiri adalah salah satu cara merepresentasikan kepada dunia inilah saya! Namun, jika sudah melewati batas dan berlebihan seperti terus-terusan ingin menunjukkan kepada orang lain seperti teman sekelas, teman sepermainan, teman sepersaingan, bahkan mantan pacar akan mengarah pada perilaku flexing atau pamer.
