ilustrasi para perempuan bergembira (pexels.com/Elina Fairytale)
Perempuan sejak dahulu kerap diremehkan keberadaannya. Menurut infromasi dari laman Centre for International Law, National University of Singapore, saat zaman masih kuno, perempuan dianggap seperti barang yang dapat diperjualbelikan. Hadirnya hanya dipandang sebagai pelengkap, bukan manusia utuh yang juga punya hak.
Berangkat dari isu itulah, muncul pertanyaan, seberapa kuatkah peran perempuan, khususnya dalam tatanan sosial dan lingkungan?
Peran perempuan memang tidak selalu tampak ke permukaan. Namun, dampaknya sangat signifikan. Dalam urusan rumah tangga, misalnya, perempuan menopang beban lebih berat. Menurut laporan PBB yang dikutip oleh The Guardian (2025), perempuan secara global melakukan pekerjaan rumah tangga dan perawatan 2,5 kali lebih banyak dibanding laki-laki.
Selain itu, perempuan punya peran krusial dalam mendidik anak, baik secara akademis maupun non-akademis. Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan Journal of Contemporary Gender and Child Studies (2025), perempuan terbukti memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan anak. Mereka hadir, mulai dari mendampingi anak belajar, memantau tugas, hingga terjun langsung untuk berkomunikasi dengan guru.
Peran perempuan dalam rumah tangga berkaitan langsung dengan nilai-nilai harmoni sosial. Melalui pendekatan emosional, para ibu menanamkan sikap toleransi, saling menghormati, hingga keadilan sejak dini. Anak-anak yang berbudi luhur merupakan bukti nyata dari pentingnya peran perempuan dalam melahirkan generasi yang lebih baik bagi masa depan.
Bergeser ke ranah publik, perempuan kian lantang menunjukkan kiprahnya di luar rumah. Mereka bekerja, berorganisasi, dan turut menjaga tatanan sosial dengan memperkuat nilai keadilan dan toleransi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Maha Elsinbawi dan Donna Wolosin (2023) yang menemukan bahwa perempuan secara signifikan lebih toleran daripada laki-laki, terutama dalam hal etika, diskusi rasional, serta penghormatan terhadap perbedaan pilihan individu.
Tidak berhenti di lingkup sosial, perempuan juga terlibat langsung mengelola sumber daya alam, baik di tingkat rumah tangga maupun komunitas. Pengelolaan sampah, air, dan energi erat kaitannya dengan urusan dapur yang lebih banyak dikelola oleh para perempuan.
Pada tingkat komunitas, petani perempuan memiliki dampak positif pada kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dalam sebuah studi kuantitatif (2024), proporsi petani perempuan yang lebih tinggi di suatu daerah dikatakan dapat memberikan dampak pada harapan hidup yang lebih panjang, tingkat kemiskinan yang lebih rendah, dan tingkat kewirausahaan non-pertanian yang lebih tinggi. Dengan demikian, peran perempuan terbukti menjadi salah satu fondasi bagi kelestarian lingkungan.