Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kambing Saanen (vecteezy.com/Evgenii Goncharov)
Kambing Saanen

Intinya sih...

  • Kambing Saanen menghasilkan susu terbanyak di antara semua ras kambing, dengan rata-rata 3,8 liter per hari dan kadar lemak mentega rendah.

  • Ras Saanen berasal dari Lembah Saanen di Swiss, kuat, tidak mudah stres, dan dapat beradaptasi di berbagai negara.

  • Saanen memiliki sifat jinak, mudah dirawat, serta warna putih yang membantu mereka tetap sejuk di bawah sinar matahari.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik segelas susu kambing yang lembut dan rendah aroma prengus, ada satu ras kambing yang sering dijuluki sebagai “ratu susu”. Dialah kambing Saanen, primadona peternakan perah yang reputasinya sudah mendunia sejak ratusan tahun lalu. Bukan cuma soal jumlah susu, Saanen juga punya sederet keunggulan lain yang bikin peternak jatuh hati. Mulai dari karakter, adaptasi, sampai kualitas hasil perahannya, semuanya terasa “niat” diciptakan untuk jadi yang terbaik.

Nah, biar gak penasaran, simak empat fakta unik tentang kambing Saanen berikut ini!

1. Penghasil susu terbanyak di antara semua ras kambing

Kambing Saanen (pexels.com/Max Mishin)

Kambing Saanen terkenal karena kemampuannya menghasilkan susu dalam jumlah luar biasa. Seekor individu dewasa mampu menghasilkan rata-rata 3,8 liter susu per hari, bahkan ada yang mencapai 5–6 liter jika perawatannya optimal. Susunya bercita rasa lembut, tidak sepekat kambing biasa, sehingga digemari untuk diolah menjadi keju atau yogurt.

Selain jumlahnya yang melimpah, kandungan nutrisinya pun menonjol. Dilansir Vedantu, kambing Saanen memiliki karakter khas berupa produksi susu tinggi dengan kadar lemak mentega relatif rendah, yaitu sekitar 3,5 persen. Tak heran, banyak negara mengimpor Saanen sebagai indukan persilangan guna menghasilkan ras lokal dengan produktivitas susu yang setara.

2. Asalnya dari lembah cantik di Swiss

Potret kambing Saanen di Pegunungan Swiss (commons.wikimedia.org/crash71100)

Ras Saanen berasal dari Lembah Saanen di Swiss, sebuah kawasan bersuhu dingin dengan padang rumput luas. Selama ratusan tahun, kambing ini hidup dan berkembang di lingkungan yang lembap. Proses adaptasi panjang tersebut membentuk Saanen jadi kambing yang kuat, tidak mudah stres, dan sanggup menghadapi perubahan cuaca.

Seiring waktu, Saanen menyebar ke berbagai negara lewat program pertanian maupun perdagangan. Dari Eropa, mereka dibawa ke Australia, Amerika, hingga Asia untuk dikembangkan secara lokal. Hebatnya, di mana pun mereka ditempatkan, sifat aslinya masih bertahan.

3. Punya sifat jinak dan mudah dirawat

Kambing Saanen (pexels.com/Rafaela Martins)

Salah satu daya tarik Saanen terletak pada sifatnya yang tenang. Mereka tidak agresif, gampang diarahkan, serta cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Oleh karena itu, ras ini kerap direkomendasikan ke para peternak yang baru terjun ke dunia kambing perah.

Soal perawatan, Saanen tergolong bersahabat. Mereka membutuhkan kandang bersih, pakan hijauan segar, dan ruang gerak yang memadai. Bila kebutuhan dasar terpenuhi, Saanen bisa berkinerja baik tanpa beragam masalah kesehatan.

4. Warna putihnya jadi ciri khas yang ikonik

Kambing Saanen (pixabay.com/MabelAmber)

Kalau kamu lihat kambing berwarna putih polos dengan postur tinggi, besar kemungkinan itu adalah Saanen. Warna bulunya yang bersih bak kapas, sering kali jadi daya tarik tersendiri di antara ras kambing lain. Penampilan mereka mencerminkan kesan “steril dan rapi,” cocok dengan reputasinya sebagai penghasil susu higienis berkualitas tinggi.

Di sisi lain, warna putih ini punya manfaat praktis. Warna terang membantu Saanen tetap sejuk di bawah sinar matahari, sebab tidak menyerap panas sebanyak kambing berbulu gelap. Hal itu membuat Saanen mudah beradaptasi meski berada di daerah beriklim panas seperti Indonesia.

Keberadaan Saanen menunjukkan bagaimana satu ras bisa membawa dampak besar pada perkembangan peternakan dunia. Dari lembah indah di Eropa, namanya kini dikenal lintas benua. Sebuah bukti bahwa kualitas yang konsisten akan selalu menemukan tempatnya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team