Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
nuri abu-abu afrika
nuri abu-abu afrika (commons.wikimedia.org/Papooga)

Intinya sih...

  • Nuri abu-abu afrika bisa menirukan suara manusia dengan presisi dan memiliki kemampuan problem solving yang luar biasa.

  • Gagak kaledonia baru mampu memecahkan masalah, membuat rencana untuk masa depan, dan menggunakan alat bantu untuk menggapai makanan.

  • Burung kea memiliki otak terbesar dan kemampuan kognitif tertinggi, sementara merpati memiliki kemampuan problem solving serupa dengan Artificial Intelligence (AI).

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kecerdasan diukur dari banyak hal, seperti kemampuan memahami, sifat, dan cara menyelesaikan masalah. Sama seperti manusia, ada banyak hewan yang sangat cerdas, salah satunya burung. Andalkan kecerdasannya hewan bersayap tersebut bisa mencari makanan, berkomunikasi dengan sesama, menghindari predator, hingga memahami perintah.

Burung gagak jadi salah satu yang tercerdas karena menunjukan kemampuan menggunakan alat bantu. Adapun, nuri abu-abu afrika menunjukan kemampuan untuk berbicara dan memahami manusia. Di tengah kita juga hidup merpati/dara yang kecerdasaannya di atas burung lain. Penasaran apa saja burung tercerdas di dunia dan bagaimana kemampuan mereka? Berikut lima di antaranya.

1. Nuri abu-abu afrika

nuri abu-abu afrika (commons.wikimedia.org/L.Miguel Bugallo Sánchez)

Menyandang gelar sebagai salah satu burung tercerdas, Psittacus erithacus atau nuri abu-abu afrika bisa melakukan banyak hal. Salah satu kemampuan utamanya adalah menirukan suara manusia dengan presisi. Selain itu ia juga memiliki kemampuan problem solving yang luar biasa. Kecerdasan kognitifnya juga tinggi, bahkan burung ini bisa mengenali pemiliknya.

Jika disetarakan, laman World Animal Protection UK menerangkan kalau kecerdasan nuri abu-abu afrika setara dengan toddler atau anak kecil. Penelitian membuktikan kalau unggas ini bisa mengidentifikasi, menolak, meminta sesuatu, mengkategorikan, mengenali warna, hingga menghitung 80 objek. Burung ini juga kerap dipelihara, sayangnya di alam liar ia terancam dan masuk kategori endangered.

2. Gagak kaledonia baru

gagak kaledonia baru (commons.wikimedia.org/Yi-Kai Tea)

Burung gagak sangat terkenal dengan kecerdasaannya yang tiada dua. Nah, hal tersebut sangat tercermin pada Corvus moneduloides atau gagak kaledonia baru. Ia dijuluki sebagai burung yang jenius. Bukan tanpa alasan, hal tersebut didasarkan pada kemampuannya menggunakan dan membuat alat bantu, kehebatannya dalam belajar secara sosial, dan kemampuan problem solving tingkat tinggi.

Informasi dari laman Forbes menjelaskan kalau gagak kaledonia baru mampu memecahkan masalah dan membuat rencana untuk masa depan. Untuk menggapai makanan, ia juga bisa memanfaatkan alat bantu seperti ranting atau dahan. Menariknya, semua kemampuan dan pengalaman tersebut juga bisa diturunkan, entah itu secara genetik atau dengan cara mengamati serta mengajari individu lain.

3. Kea

kea (commons.wikimedia.org/Mark Whatmough)

Dilansir Australian Broadcoasting Corporation, Nestor notabilis atau burung kea merupakan spesies dengan otak terbesar dan kemampuan kognitif tertinggi. Menurut penelitian, kemampuan kognitifnya bisa disetarakan dengan manusia dan kera lain. Salah satu buktinya adalah kemampuan burung kea untuk memprediksi suatu kejadian dengan mengamati lingkungan sekitar.

Burung berwarna hijau ini bisa memahami sebuah kemungkinan dan menggunakan pemahaman tersebut untuk memudahkan kehidupannya. Seperti manusia berusia lima tahun, kea juga bisa menyelesaikan puzzle sederhana. Unggas ini juga memiliki rasa penasaran yang tinggi dan hal tersebut membantunya dalam memahami lingkungannya untuk bertahan hidup.

4. Magpie eropa

magpie eropa (commons.wikimedia.org/Alexis Lours)

Pica pica atau magpie eropa adalah spesies magpie terbesar di dunia. Ia juga mudah dikenali dari perpaduan warna biru dan putihnya yang menawan. Namun, ukuran dan ciri fisik bukan satu-satunya hal unik dari burung ini. Justru highlightsnya berasal dari kecerdasan tingkat tinggi yang ia tunjukan. Dilansir Britannica, magpie eropa bisa menirukan suara manusia, menggunakan alat bantu, dan bekerja dalam tim.

Saat dites, burung ini memiliki kecerdasan kognifif yang tinggi. Hal tersebut dibuktikan dari kemampuannya mengenali diri sendiri saat bercermin. Sama seperti mamalia, magpie eropa juga memiliki hierarki sosial yang kompleks di kelompoknya. Jadi tiap individu di kelompok memiliki "pangkat" dan tugasnya masing-masing. Terakhir, kemampuan observasinya juga sangat baik.

5. Burung merpati

burung merpati (commons.wikimedia.org/Satdeep Gill)

Burung peliharaan ini juga tak kalah cerdas dari gagak, kea, atau nuri abu-abu kaledonia baru. Saking cerdasnya, laman The Guardian menjelaskan kalau kemampuan problem solving merpati serupa dengan Artificial Intelligence (AI). Dalam penelitian, terbukti bahwa metode yang digunakan merpati untuk memecahkan sebuah masalah serupa dengan AI.

Selain soal problem solving, merpati juga bisa dilatih untuk mengantarkan surat, mampu melakukan navigasi di rute yang kompleks, bahkan bisa mengingat wajah manusia. Ingatannya juga sangat kuat, bahkan merpati mampu mengingat ratusan hal dalam waktu lama. Karena kecerdasaannya sejak dulu manusia sudah memanfaatkan merpati untuk banyak hal.

Kecerdasan merupakan anugerah luar biasa yang diberikan Sang Pencipta kepada hewan. Jika digunakan dengan baik, kecerdasan akan menjadi alat yang sangat powerful untuk menunjang kehidupan hewan di alam liar. Hal tersebut tercermin dari beberapa burung tercerdas di dunia. Menggunakan kecerdasaannya, mereka bisa mencari makanan, memecahkan masalah, dan meningkatkan kesejahteraan hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team