Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Australian Owlet Nightjar, Burung Kecil dengan Suara Aneh
burung aegotheles cristatus (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
  • Australian Owlet-Nightjar adalah burung kecil asal Australia yang mirip burung hantu, namun termasuk keluarga Aegothelidae dan memiliki perilaku serta struktur tubuh berbeda.
  • Burung ini aktif di malam hari untuk berburu serangga, beristirahat di lubang pohon pada siang hari, dan mengandalkan kamuflase untuk menghindari predator.
  • Ciri khasnya terletak pada suara melengking yang digunakan untuk komunikasi dan penanda wilayah, serta kemampuan adaptasi tinggi dalam memilih tempat bersarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia burung menyimpan banyak spesies unik yang belum banyak dikenal luas. Salah satunya adalah Australian Owlet-Nightjar (Aegotheles cristatus), burung kecil asal Australia yang memiliki penampilan dan perilaku yang cukup berbeda dari burung pada umumnya. Meski sering disamakan dengan burung hantu, spesies ini sebenarnya memiliki klasifikasi yang berbeda dan karakteristik tersendiri.

Burung ini dikenal karena kebiasaannya yang aktif di malam hari serta suaranya yang khas dan tidak biasa. Habitatnya tersebar luas di berbagai wilayah Australia, mulai dari hutan hingga area terbuka. Yuk, kita simak 5 fakta menarik Australian Owlet-Nightjar, burung kecil dengan suara aneh ini!

1. Bukan burung hantu sejati

burung aegotheles cristatus (inaturalist.org/lachlan_c)

Meskipun memiliki penampilan yang menyerupai burung hantu, Australian Owlet-Nightjar bukanlah bagian dari kelompok burung hantu sejati. Dilansir Birdlife Australia, spesies ini termasuk dalam keluarga Aegothelidae, yang lebih dekat dengan kelompok nightjar. Perbedaan ini terlihat dari struktur tubuh, perilaku, serta kebiasaan berburu yang dimilikinya.

Burung ini memiliki adaptasi unik yang membedakannya dari burung hantu, seperti bentuk sayap dan pola terbang yang lebih ringan. Selain itu, cara berburu serangganya juga lebih menyerupai nightjar dibandingkan burung pemangsa lainnya. Hal ini menunjukkan betapa beragamnya evolusi burung malam di dunia.

2. Aktif di malam hari

burung aegotheles cristatus (inaturalist.org/Marie Tarrant)

Australian Owlet-Nightjar merupakan burung nokturnal yang lebih aktif saat malam tiba. Dilansir Birds in Backyards, pada waktu ini, ia keluar untuk berburu serangga yang menjadi makanan utamanya. Aktivitas malam hari ini membantu burung tersebut menghindari predator sekaligus memanfaatkan kondisi lingkungan yang lebih tenang.

Pada siang hari, burung ini biasanya beristirahat di tempat yang tersembunyi seperti lubang pohon. Kamuflasenya yang baik membuatnya sulit terlihat oleh manusia maupun predator. Kebiasaan ini menjadi strategi penting untuk bertahan hidup di alam liar.

3. Memiliki suara khas dan tidak biasa

burung aegotheles cristatus (inaturalist.org/EcoNeighbour_)

Salah satu ciri paling mencolok dari Australian Owlet-Nightjar adalah suaranya yang unik. Dilansir Wild Ambience, burung ini menghasilkan suara melengking dan berulang yang sering terdengar di malam hari. Suara tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama serta menandai wilayahnya.

Bagi sebagian orang, suara ini terdengar aneh bahkan sedikit menyeramkan, terutama ketika mendengar di tengah suasana hutan yang sunyi. Namun, bagi peneliti dan pengamat burung, suara ini justru menjadi ciri khas yang memudahkan identifikasi spesies tersebut. Keunikan ini menambah daya tarik Australian Owlet-Nightjar di dunia ornitologi.

4. Suka bersarang di lubang pohon

burung aegotheles cristatus (inaturalist.org/susanpteranodon)

Australian Owlet-Nightjar memiliki kebiasaan bersarang di lubang pohon atau rongga alami lainnya. Dilansir earth life, tempat ini memberikan perlindungan dari cuaca dan predator. Selain itu, lokasi yang tersembunyi juga membantu menjaga keamanan telur dan anak burung.

Burung ini juga dikenal dapat menggunakan celah batu atau bahkan bangunan buatan manusia sebagai tempat berlindung. Fleksibilitas dalam memilih sarang membuatnya mampu bertahan di berbagai jenis habitat. Hal ini menunjukkan kemampuan adaptasi yang cukup tinggi pada spesies ini.

5. Ukuran kecil dengan kamuflase sempurna

burung aegotheles cristatus (inaturalist.org/Snow Dennis)

Dengan panjang tubuh sekitar 20 hingga 25 cm, Australian Owlet-Nightjar tergolong burung kecil. Warna bulunya yang abu-abu kecokelatan membantu menyamarkannya di lingkungan sekitar, terutama di batang pohon. Kamuflase ini sangat penting untuk menghindari ancaman dari predator.

Selain itu, posisi diamnya saat bertengger membuat burung ini semakin sulit dikenali. Ia sering menyatu dengan lingkungan hingga tampak seperti bagian dari pohon itu sendiri. Kemampuan ini menjadi salah satu alasan mengapa burung ini jarang terlihat meskipun sebenarnya cukup umum di habitatnya.

Sebagai salah satu burung malam yang unik, Australian Owlet-Nightjar menawarkan kombinasi menarik antara penampilan, perilaku, dan adaptasi yang tidak biasa. Dari suara khas hingga kemampuan kamuflasenya, setiap aspek kehidupannya menunjukkan bagaimana spesies ini mampu bertahan di alam liar. Dengan memahami karakteristiknya, kita tidak hanya mengenal satu spesies burung, tetapi juga memperkaya wawasan tentang keanekaragaman hayati yang ada di dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team