Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Black-necked Crane, Pandai Berenang dan Suka Bersolek
Black-necked crane (commons.m.wikimedia.org/Asif N Khan)

Black-necked crane merupakan burung bangau yang hanya tersebar di India, Bhutan dan Tibet. Mereka berada dalam famili Gruidae dan memiliki nama ilmiah Grus nigricollis. Panjang tubuhnya 1,3 meter, lebar kepakan sayapnya 2,3 meter dan beratnya 5,5 kilogram. Warnanya abu-abu keputihan, kepalanya hitam dan terdapat bercak merah di atasnya. Ada bagian kecil bulu putih di sekitar matanya, Ekornya hitam sehingga mudah dibedakan dari jarak jauh dengan bangau biasa.

Menariknya, black-necked crane dihormati dalam Buddha dan banyak dilindungi dalam budaya. Sebuah festival di Bhutan merayakan burung ini, dan area Ladakh di India menetapkannya sebagai burung nasional. Walaupun tidak banyak informasi tentangnya, fakta berikut masih bisa membantumu mengenalnya lebih baik.

1. Wilayah penyebaran black-necked crane

Black-necked crane (commons.m.wikimedia.org/Lorie Shaull)

Saat musim panas, black-necked crane biasanya berada di dataran tinggi Tibet. Mereka berkembang biak di padang rumput pegunungan, tawa tepi sungai dan danau serta lembah sungai. Burung ini juga memanfaatkan ladang jelai dan gandum yang ada di habitatnya. Sementara di musim dingin, mereka cenderung berada di lembah terlindungi atau dataran rendah.

Animalia menginformasikan bahwa populasi terbesar black-necked crane ada di Cina dan selebihnya tersebar di Vietnam, Bhutan dan India. Ada juga populasi kecil yang tercatat di bagian utara Sikkim. Sekelompok kecil burung yang terdiri dar 20–40 individu pernah secara rutin mengunjungi daerah Subansiri di lembah Apa Tani hingga tahun 1975, bahkan tersesat di Nepal.

2. Hidup dalam kelompok kecil

Black-necked crane (commons.m.wikimedia.org/Abhinava1998)

Spesies burung bangui ini mencari makan dalam kelompok kecil, biasanya ada satu burung yang bertugas sebagai penjaga. Di musim dingin, kelompok-kelompok itu tiba dan meninggalkan tempat mencari makan bersama. Tapi, mungkin terpecah menjadi kelompok keluarga kecil dan masing-masing menjaga wilayahnya sendiri.

Black-necked crane menghabiskan hampir 75 persen waktunya untuk mencari makan, puncak aktivitasnya terjadi di pagi dan sore hari. Ketika melakukannya, mereka bisa menempuh jarak beberapa kilometer sehari sambil mencari makan.

3. Apa yang dimakannya?

Black-necked crane (commons.m.wikimedia.org/Phuentsho)

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, black-necked crane mencari makan sejauh beberapa kilometer. Mereka memakan umbi-umbian, akar tanaman, cacing tanah, serangga, katak serta invertebrata dan vertebrata lainnya. Black-necked crane juga mengonsumsi biji-bijian jelai, oat dan soba yang jatuh, kentang, wortel serta lobak. Dietnya ternyata kebanyakan terdiri dari tanaman dan dilengkapi dengan hewan.

4. Apa kemampuan black-necked crane?

Black-necked crane (commons.m.wikimedia.org/Stanzinnamgail)

Burung ini memang tidak memiliki jari berselaput, mereka tetaplah perenang andal. Black-necked crane juga bisa berlari cepat, bahkan jauh mendahuluimu. Mereka suka mandi di perairan atau sekadar mandi debu. Ketika membersihkan bulunya, bangau ini mengoleskan minyak dari kelenjar yang ada di pangkal ekornya untuk menjaga bulunya.

Melansir Zoo New England, black-necked crane berkomunikasi melalui vokalisasi dan postur tubuh. Mereka bisa jadi agresif dan mencoba melakukan postur ancaman untuk menghindari perkelahian. Bangau ini akan melompat ke udara untuk menyerang lawan dengan cakar atau paruhnya yang tajam.

5. Sistem perkawinan black-necked crane

Black-necked crane (commons.m.wikimedia.org/Candle Tree)

Sistem perkawinan black-necked crane dipercaya sebagai monogami, kawin dengan satu pasangan seumur hidupnya. Musim kawinnya terjadi antara bulan Maret dan Mei. Mereka membangun sarangnya di lahan basah air tawar di dataran tinggi, tepatnya di pulau-pulau kecil berumput atau di dalam air. Terbuat dari lumpur, rumput dan tanaman air lainnya.

Betina menempatkan dua telurnya yang dierami selama 30–33 hari. Sementara itu, jantan bertugas untuk mempertahankan sarangnya dari pemangsa. Butuh waktu sekitar 90 hari bagi anaknya untuk mencapai usia dewasa setelah menetas. Mereka baru dewasa reproduktif pada usia 2–3 tahun.

Black-necked crane ternyata pandai berenang dan berlari, mereka juga tidak pemilih makanan. Sejauh ini, total populasinya antara 8.800–11.000 burung. Mereka dilindungi di China, India dan Bhutan. Sayangnya, black-necked crane masih diklasifikasikan sebagai Near Threatened oleh IUCN dan tren populasinya masih stabil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team